• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Dukung Penuh Keketuaan Kamboja di ASEAN

by Redaksi Asiatoday
January 13, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menggagas Kolaborasi Media Massa Asia Tenggara di Era Digital

Kemitraan di Asia Tenggara (ASEAN). Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia mendukung keketuaan Kamboja di 2022 yang mengusung tema ASEAN A.C.T.: Addressing, Challenges, Together.

Di samping itu, Indonesia juga menantikan kerjasama yang lebih kuat dengan seluruh negara anggota ASEAN dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, serta memastikan pertumbuhan ekonomi di Kawasan, khususnya terkait penanganan dampak pandemi Covid-19  di sektor  ekonomi, perdagangan, dan  investasi pada 2022.

Demikian diungkapkan Direktur Perundingan ASEAN, Dina Kurniasari yang mewakili  Direktur Jenderal  Perundingan Perdagangan Internasional, Djatmiko Bris Witjaksono saat memimpin delegasi Indonesia pada Senior Economic Officials Meeting (SEOM) Retreat yang diselenggarakan melalui video conference, Selasa (11/1/2022).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Indonesia mendukung penuh usulan Priority Economic Deliverables (PED) Kamboja. Selain itu, secara khusus kami mendorong agar seluruh negara anggota ASEAN dapat mempertimbangkan untuk memiliki standar keberlanjutan berdasarkan indikator dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)untuk meningkatkan daya saing produk asal ASEAN dan mendorong agar dapat dilakukan kajian terkait pentingnya memiliki standar keberlanjutan di ASEAN,” jelas Dina.

Terkait Perundingan ASEAN-Kanada, SEOM sepakat agar work plan dan term of reference (TOR) untuk pembentukan Komite Perundingan untuk ASEAN–Canada Free Trade Agreement (ACAFTA) harus segera difinalisasi, agar perundingan  dapat segera dimulai pada awal 2022 dengan target penyelesaian secara substansi selama  dua tahun.  Sehingga, dapat dijadikan sebagai salah satu capaian Indonesia pada masa keketuaan ASEAN pada 2023.

“Kami selaku country coordinator ACAFTA juga mengingatkan mandat dari para  menteri untuk segera mengintensifkan perundingan ACAFTA di tahun ini dan juga  mendorong  agar  segera dilakukannya pertemuan khusus dengan Kanada di akhir Januari atau awal Februari 2022. Hal ini dilakukanuntuk segera dapat menyelesaikan TOR dan work plan serta melanjutkan pembahasan berbagai isu pending yang belum disepakati saat peluncuran ACAFTA tahun lalu,” tegas Dina.

Khusus penanganan bersama untuk dampak pandemi Covid-19, secara khusus  negara anggota ASEAN membahas kemungkinan ditambahnya daftar untuk   produk esensial dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Essential Goods. MoU ini bertujuan untuk membantu penanganan Covid-19 di ASEAN dengan memastikan tidak ada hambatan saat terjadi perdagangan  barang.

MoU akan berakhir pada 13 November 2022 dan terdiri dari 107 daftar produk esensial (terdiri dari obat medis, produk alat kesehatan, dan beberapa jenis makanan).

“Kami menekankan pentingnya negara ASEAN menyepakati definisi dari ‘produk  esensial’ serta melakukan review terhadap efek langsung di sektor perdagangan, implementasi dan utilisasi dari pelaksanaan fase pertama dan kedua sebelum  memperluas ruang lingkup dan memperpanjang implementasidari MoU ini,” pungkas Dina.

Sekilas Mengenai Prioritas Ekonomi Kamboja

Kamboja mengusulkan 17 Priority Economic Deliverables (PED) pada periode keketuaannya yang terbagi  dalam empat Strategic Thrust, yaitu Enhancing Digital Connectivity, Science, and Technology; Narrowing the Development Gap for ASEAN’s Competitiveness; Promoting a More Integrated, Inclusive, Resilient and  Competitive ASEAN; dan terakhir Global ASEAN for Growth and Development.

Terkait PED mengenai Feasibility Study of Technology Transfer Models for Projects Related to Sustainable Development Goals (SDGs), Indonesia  akan mengusulkan badan khusus standar di ASEAN (ACCSQ) dapat melanjutkan pembahasan Standard Product SDG di forum ACCSQ sesuai dengan hasil pertemuan ACCSQ ke-56 pada November 2021 bahwa ACCSQ perlu membahas SDG sebagai tren baru kegiatan ACCSQ mendatang.

Sedangkan, terkait PED mengenai Full EIF of RCEP Agreement, Indonesia   menargetkan penyelesaian  ratifikasi pada kuartal pertama tahun 2022 dan bisa   mengimplementasikan persetujuan RCEP pada akhir semester I tahun 2022. (ATN)

Tags: AseanSustainable Development Goals
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.