• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF Serukan Negara dengan Utang Dolar Perpanjang Masa Jatuh Tempo

by Redaksi Asiatoday
January 24, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ekonomi di Asia Pasifik Tersungkur, China dan India Masih ada Harapan

Markas Dana Moneter Internasional (IMF). ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) menyerukan kepada negara-negara dengan utang dolar yang besar agar segera memperpanjang masa jatuh temponya menyusul rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Managing Director IMF Kristalina Georgieva mengungkapkan kekhawatiran terbesarnya terhadap negara miskin karena 60 persen dari mereka tengah kesulitan utang.

Tahun ini semakin berat bagi pembuat kebijakan karena kesenjangan kondisi antar negara.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dia memperingatkan, tanpa bantuan dunia internasional, negara yang kesulitan ini akan mengalami masalah besar.

“Pesan kami kepada negara dengan utang berdenominasi dolar yang tinggi segera bertindaklah sekarang. Jika anda dapat memperpanjang jatuh tempo, tolong lakukanlah. Jika mata uang anda jatuh, maka sekarang adalah waktu untuk mengatasinya,” kata Managing Director IMF tersebut dalam panel virtual pada World Economic Forum (WEF) dikutip Bloomberg pada Jumat (21/1/2022),

Menurutnya, Covid-19 dapat menjerumuskan 100 juta orang rakyat kepada kemiskinan ekstrem dan membuat utang semakin tinggi, menurut World Bank.

Tantangan meningkat dengan menyebarnya varian omicron. Sementara itu, Federal Reserve bersiap untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun dengan inflasi AS tercepat dalam hampir empat dekade, didorong oleh permintaan konsumen dan gangguan rantai pasokan.

Panel menggarisbawahi tantangan berbeda yang dihadapi negara-negara selama dua tahun pandemi.

Gubernur Bank Sentral Jepang Kuroda Haruhiko mengatakan bahwa Jepang harus melanjutkan kebijakan moneter yang longgar karena tidak seperti di ekonomi utama lainnya, inflasi masih sangat lambat.

Sementara itu, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengatakan bahwa ECB memiliki alasan untuk bertindak tidak agresif dibandingkan dengan The Fed karena memperkirakan inflasi di Eropa akan melambat mengikuti berkurangnya kemacetan rantai pasok. (ATN)

Tags: IMFWorld Economic Forum
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.