• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 20, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Hentikan Impor Minyak dari Rusia

by Redaksi Asiatoday
March 9, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Melihat Lebih dalam Strategi AS di Indo Pasifik

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dok Potus

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghentikan impor minyak dari Rusia dan energi lainnya pada Selasa waktu setempat sebagai pembalasan atas invasi ke Ukraina.

Biden menggarisbawahi dukungan bipartisan yang kuat untuk langkah yang ia akui akan menaikkan harga energi AS.

“Kami melarang semua impor energi minyak dan gas Rusia,” kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih.

RelatedPosts

MSCI Flags Transparency Concerns, Indonesia Races to Reinforce Investor Confidence

Indonesia Regains Access to EU Aquaculture Market After Securing Regulatory Approval

ASEAN Offers Alternative to EU Integration Model and Shows Demand for Russia Ties

“Itu berarti minyak Rusia tidak akan lagi diterima di pelabuhan AS dan rakyat Amerika akan memberikan pukulan kuat lainnya ke mesin perang Presiden Rusia Vladimir Putin,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/3/2022).

Biden mengatakan sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan sekutunya telah menyebabkan ekonomi Rusia “berlubang”.

Dia mengatakan langkah terbaru telah dilakukan melalui konsultasi erat dengan sekutu dan mitra AS di seluruh dunia.

Biden telah bekerja sama dengan sekutu di Eropa, yang jauh lebih bergantung pada minyak Rusia, untuk mengisolasi ekonomi Rusia yang padat energi.

Sesaat sebelum pernyataan Biden, Inggris mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan impor minyak dan produk minyak Rusia pada akhir tahun 2022.

Dalam mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan impor minyak dan produk minyak Rusia pada akhir tahun 2022, Inggris mengatakan akan memberi pasar dan bisnis lebih dari cukup waktu untuk menemukan alternatif impor, yang merupakan 8% dari permintaan.

“Pemerintah juga akan bekerja dengan perusahaan melalui Satuan Tugas Minyak baru untuk mendukung mereka memanfaatkan periode ini dalam menemukan pasokan alternatif,” kata Sekretaris Bisnis dan Energi Inggris Kwasi Kwarteng. (ATN)

Tags: Amerika SerikatRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • MSCI Flags Transparency Concerns, Indonesia Races to Reinforce Investor Confidence
  • Indonesia Regains Access to EU Aquaculture Market After Securing Regulatory Approval
  • ASEAN Offers Alternative to EU Integration Model and Shows Demand for Russia Ties
  • World Bank Injects $150 Million to Transform Rural Uzbekistan
  • ADB Injects $115 Million to Tackle Nepal’s Water and Sanitation Crisis
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.