• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 20, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

424 Perusahaan Global Hengkang dari Rusia

by Redaksi Asiatoday
March 19, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sanksi Balasan, Rusia Tutup Jalur Penerbangan dari 36 Negara

Negeri Rusia. Dok

ASIATODAY.ID, CONNECTICUT – Sebanyak 424 perusahaan global telah mengumumkan hengkang dari Rusia sejak negeri itu melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina.

Namun beberapa perusahaan terus beroperasi di Rusia tanpa terpengaruh.

Sejak 28 Februari lalu, Yale University mengompilasi daftar perusahaan yang meninggalkan Rusia. Hingga 18 Maret 2022, ada 424 perusahaan yang menghentikan atau mencabut operasinya di Rusia, dan 27 perusahaan masih beroperasi di Rusia.

RelatedPosts

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance

Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering

“Kami telah diberi tahu bahwa daftar perusahaan kami -yang pergi dan tinggal di Rusia- memberikan para CEO kepercayaan diri untuk mengeksekusi pernyataan yang berani…untuk bergabung dengan para pemimpin bisnis yang bertanggung jawab yang menarik diri dari Rusia,” kata Jeffrey Sonnenfeld dari tim riset the Yale Chief Executive Leadership Institute, Kamis (17/3/2022) dikutip dari fortune.com.

Daftar Yale terus diperbarui. Ketika daftar ini pertama kali diterbitkan pada minggu 28 Februari, baru puluhan perusahaan yang mengumumkan kepergian mereka.

“Namun, kini ratusan perusahaan telah mengundurkan diri sejak itu, dan kami merasa rendah hati karena daftar kami membantu membangkitkan jutaan orang di seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran dan mengambil tindakan,” kata Sonnenfeld.

Yale membagi daftarnya menjadi empat kategori:

1. Withdrawal atau perusahaan yang menghentikan operasi sepenuhnya di Rusia. Hingga 18 Maret, ada 158 perusahaan seperti Activision Blizzard, Deloitte, Formula One, Korean Air Lines, Rolex, dll.

2. Suspension atau membatasi operasi dan tidak menutup kemungkinan untuk kembali. Jumlahnya ada 182 perusahaan, di antaranya Adidas, Alphabet, Burger King, Cisco, Honda, Hyundai, Ikea, Logitech, dll.

3. Scaling Back atau mengurangi operasi/menunda investasi baru. Ada 84 perusahaan, di antaranya: Baker Tilly, BNP Paribas, Carlsberg, Coinbase, Danone, GlaxoSmithKline, Goldman Sachs, dll.

4. Digging In atau perusahaan yang masih bertahan dan beroperasi di Rusia. Sekitar 27 perusahaan masuk kategori ini, di antaranya AstraZeneca, Baker Hughes, Bose, Decathlon, Emirates Airlines, Halliburton, Schlumberger, dll. (ATN)

Tags: Rusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • MSCI Flags Transparency Concerns, Indonesia Races to Reinforce Investor Confidence
  • Indonesia Regains Access to EU Aquaculture Market After Securing Regulatory Approval
  • ASEAN Offers Alternative to EU Integration Model and Shows Demand for Russia Ties
  • World Bank Injects $150 Million to Transform Rural Uzbekistan
  • ADB Injects $115 Million to Tackle Nepal’s Water and Sanitation Crisis
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.