• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Energi Global, Sejumlah Negara Terancam Gelap Gulita

by Redaksi Asiatoday
May 23, 2022
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Bangun 25 Sistem Smart Grid Hingga 2024

Jaringan Listrik. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Krisis energi kian mengkhawatirkan bagi sebagian kawasan dunia sebagai dampak dari perang Rusia dan Ukraina, cuaca ekstrem, dan pemangkasan produksi.

Musim panas di sebagian besar belahan bumi utara adalah puncak konsumsi listrik. Cuaca di beberapa bagian Asia Selatan sudah sangat terik. Tak berbeda di wilayah Amerika Serikat yang juga akan menghadapi puncak terpanas dalam beberapa bulan mendatang. Penggunaan listrik akan melonjak saat rumah dan kantor menghidupkan pendingin udara atau AC.

“Peperangan dan sanksi yang mendisrupsi suplai dan permintaan, ditambah dengan cuaca ekstrem, dan pemulihan ekonomi dari Covid-19 telah meningkatkan permintaan listrik,” kata analis BloombergNEF Shantanu Jaiswal, dilansir Bloomberg pada Senin (23/5/2022).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Gelombang panas di Asia telah menyebabkan pemadaman istrik yang terjadi secara harian sehingga mengancam populasi di Pakistan, Myanmar, Sri Lanka, dan India. Adapun kelangkaan listrik di India sudah mendekati level pada 2014 dengan perkiraan memangkas sekitar 5 persen dari PDB.

Artinya, ada pengurangan hampir US$100 miliar jika pemadaman meluas dan berlangsung sepanjang tahun.

Di Vietnam, pembangkit listrik milik negara telah bersiap menghadapi kelangkaan listrik selama lebih dari sebulan karena permintaan meningkat sementara pasokan batu bara domestik merosot dan biaya bahan bakar asing melonjak.

Analis Eurasia Group Henning Gloystein mengatakan dunia tengah menghadapi kemacetan rantai pasok akibat pandemi dan meluasnya dampak perang di Ukraina serta cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.

“Risiko utamanya adalah jika kita melihat pemadaman listrik besar-besaran di atas semua masalah yang disebutkan di atas tahun ini, itu dapat memicu beberapa bentuk krisis kemanusiaan dalam hal kekurangan pangan dan energi,” ujarnya.

Negara dengan kondisi ekonomi yang lebih maju seperti China dan Jepang juga tidak lebih baik. Kelangkaan batu bara di China telah menyebabkan pembatasan penggunaan listrik pada tahun lalu. Pemerintah telah meminta penambang batu bara meningkatkan produksi.

Meski demikian, pemerintah masih memperingatkan bahwa situasi listrik akan ketat pada musim panas tahun ini di wilayah industri bagian selatan. Wilayah ini jauh dari pusat pertambangan dan sangat bergantung dengan impor energi.

Di Jepang, cuaca dingin dan gempa bumi di pembangkit listrik batu bara dan gas telah memacu permintaan listrik musim panas dan akan melampaui pasokan pada musim dingin. Sementara itu, enam pembangkit listrik di Texas terputus pada bulan ini seiring dengan dimulainya musim panas. Masyarakat diminta untuk menghemat listrik dari pukul 15.00-20.00 waktu setempat.

Kegagalan pembangkit listrik mengakibatkan hilangnya sekitar 2.900 megawatt listrik, cukup untuk 580.000 rumah dan kalangan usaha. Badan pengawas kelistrikan North American Electric Reliability Corporation memperkirakan bahwa ketersediaan listrik di kebanyakan wilayah di AS dan sebagian di Kanada akan semakin ketat.

Negara bagian dengan populasi terbesar seperti California mengalami pemangkasan pasokan gas karena pecahnya pipa tahun lalu yang membatasi impor.

Ekonom CoBank ACB Teri Viswanath mengatakan kondisi infrastruktur yang menua dan penundaan pemeliharaan selama pandemi telah menambah masalah cuaca menjadi lebih buruk.

“AS mengalami lebih banyak pemadaman listrik secara global daripada negara industri lainnya. Sekitar 70 persen jaringan listrik kami hampir habis masa pakainya,” ujarnya.

Ancaman pemadaman di Eropa tidak separah kawasan lainnya karena tidak banyak orang menggunakan pendingin ruangan. Namun, kekeringan mata air di Norwegia membuat pasokan tenaga air terbatas.

Selain itu, produsen terbesar di kawasan itu, Electricite de France SA memangkas target produksi nuklirnya untuk ketiga kalinya tahun ini setelah pemadaman berkepanjangan.

Analis pasar pembangkit listrik Rystad Energy Fabian Ronningen mengatakan hal itu akan diperparah dengan pemangkasan ekspor gas alam ke zona euro. Beberapa negara telah menerima impor besar gas alam cair (LNG) dan masih punya pasokan yang cukup untuk menghadapi krisis listrik, termasuk Spanyol, Prancis dan Inggris.

Namun, negara di Eropa Timur dengan ketergantungan besar seperti Yunani, Latvia, dan Hongaria akan menjadi wilayah dengan potensi pemadaman paling tinggi.

“Saya tidak berpikir konsumen Eropa bahkan bisa membayangkan skenario seperti itu. Itu tidak pernah terjadi dalam hidup kita,” kata Ronningen. (ATN)

Tags: Krisis Energi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.