• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Gagas Indeks Pasar Nikel, Bauksit dan Timah

Agar Indonesia bisa menentukan harga di pasar dunia

by Redaksi Asiatoday
May 26, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Potensi Capai 1 Miliar Ton, Komisi VII Dorong Perbaikan Tata Kelola Tambang di Sultra

Tambang bijih Nikel PT Antam Pomalaa, di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Mining Industry Indonesia (MIND ID) mulai menggagas penetapan indeks harga nikel, bauksit dan timah agar lepas dari spekulasi harga di bursa berjangka dunia seperti London Metal Exchange (LME).

Menurut Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso, dengan adanya penetapan indeks harga ketiga hasil tambang mineral itu sebagai komoditas nasional, akan memberikan posisi yang strategis bagi Indonesia sebagai penentu harga di pasar dunia.

Dengan demikian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perlu mengatur ulang kebijakan soal rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) ketiga komoditas tersebut.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

“RKAB ini harus bisa diatur. Artinya jangan pasokan dan permintaan sampai dirugikan karena kita banjiri sendiri dengan pasar yang tidak terkontrol,” jelas Hendi di forum Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Hendi menjelaskan, dengan adanya pengendalian pasokan itu, pemerintah perlu mengatur kegiatan ekspor ketiga hasil tambang mineral itu untuk mengendalikan harga di pasar dunia.

Carannya, pintu ekspor mesti dibatasi pada sejumlah perusahaan besar untuk mengatur volume pasokan di pasar dunia.

“Kami berharap PT Timah, Antam dan nanti perusahaan tambang lainnya dapat dijadikan sebagai wakil negara melakukan satu pintu ekspor sehingga volume dan harganya dapat kita tetapkan secara optimal,” urainya.

Hendi memaparkan, gagasan untuk menetapkan sendiri indeks harga bauksit, nikel dan timah berasal dari jumlah produksi dan cadangan mineral domestik yang melimpah jika dibandingkan dengan pasokan dari negara lain.

Di sisi lain, indeks harga yang berasal dari LME cenderung digerakkan oleh trader yang tidak memiliki barang fisik.

“LME itu aktivitasnya masih terpengaruh para trader dimana kebanyakan mereka tidak punya volume fisik tapi mereka hanya punya paper atau derivatives. Saat ini kami sedang berkolaborasi dengan PT Timah ingin mengajukan Timah, NIkel dan Bauksit sebagai komoditas nasional,” tandasnya. (ATN)

Tags: NikelTambang BauksitTimah
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.