• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Tawarkan 3 Formula untuk Stabilitas Indo Pasifik

by Redaksi Asiatoday
June 14, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
COVAX AMC-EG Dorong Peningkatan Kapasitas Produksi Vaksin Global

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno L.P. Marsudi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Stabilitas di kawasan Indo Pasifik terus menjadi sorotan. Pasalnya, dua kekuatan dua Amerika Serikat (AS) dan China terlibat rivalitas geopolitik sehingga memicu ketegangan di kawasan.

Dalam pertemuan dialog tingkat tinggi tentang Indo Pasifik di Praha, Republik Ceko pada Senin (13/6/2022), Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi menawarkan tiga formula yang dapat dilakukan sebagai langkah untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas di kawasan Indo Pasifik.

“Saya menawarkan tiga formula untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik pada saat dialog tingkat tinggi tersebut,” kata Menlu Retno dalam video pengarahan persnya usai pertemuan tersebut yang diterima di Jakarta, Selasa (14/6/2022).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pertama, Indonesia mendorong semua pihak harus menegakkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional.

“Penghormatan terhadap prinsip kedaulatan dan integritas wilayah harus terus ditegakkan secara konsisten, tidak tebang pilih jika hanya dipandang sesuai,” kata Menlu Retno.

“Resolusi damai adalah satu-satunya cara dalam menyelesaikan konflik. Ini adalah aturan main yang harus dipatuhi oleh semua negara,” ujarnya.

Kedua, pentingnya menciptakan arsitektur kawasan yang inklusif.

Menlu Retno mengungkapkan bahwa kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sebagai contoh di mana semua pihak terus berusaha membangun paradigma kolaborasi sebagai pemandu dalam pembentukan arsitektur kawasan.

“Kami (ASEAN) membuka kerja sama dengan semua negara. Mekanisme dengan proses yang dipimpin ASEAN dengan semua mitra dialog ASEAN adalah contoh nyata paradigma tersebut,” imbuhnya.

Menlu Retno juga menyebutkan bahwa saat ini Pandangan ASEAN tentang Indo Pasifik juga menawarkan paradigma yang sama di luar kawasan ASEAN.

“Kami menghendaki prinsip atau nilai inklusivitas dan bukan pembendungan (no containment) diterapkan oleh semua negara dalam berinteraksi di kawasan Indo Pasifik,” kata Menlu Retno menjelaskan.

“Saya juga tekankan bahwa pembentukan kelompok-kelompok atau minilateralisme di kawasan Indo Pasifik harus menjadi building block untuk menciptakan stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan,” lanjutnya.

Ketiga, pentingnya mengedepankan kerja sama konkret.

Menurut Retno, kerja sama di kawasan Indo Pasifik tidak dapat dibangun hanya berdasarkan pendekatan politik keamanan semata.

“Pandangan ASEAN tentang Indo Pasifik menawarkan kerja sama konkret yang bermanfaat bagi rakyat di kawasan khususnya di bidang maritim, konektivitas, Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dan kerja sama ekonomi terutama perdagangan dan investasi,” papar Menlu Retno.

Menlu Retno menekankan bahwa keempat bidang kerja sama tersebut mewakili kepentingan semua negara di kawasan yang dapat menyatukan dan tidak memecah belah kepentingan bersama.

Dia menambahkan bahwa kerja sama konkret dapat mendorong saling ketergantungan antarnegara dan dapat menimbulkan rasa saling percaya.

“Dan spirit (semangat) ini harus terus didorong. Dan saya juga sampaikan dukungan Uni Eropa terhadap implementasi konkret Pandangan ASEAN tentang Indo Pasifik sangat penting,” ucap Menlu Retno.

Dalam pernyataan penutupnya dalam pertemuan dialog tingkat tinggi tersebut, Menlu Retno juga menyampaikan bahwa perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di kawasan Indo Pasifik tidak hanya bermanfaat bagi kawasan, namun juga bagi dunia secara keseluruhan.

“Sebagai mitra strategis ASEAN, Uni Eropa dapat berperan besar untuk merealisasikan hal ini dengan mengedepankan kerja sama win-win atau saling menguntungkan yang bermanfaat bagi semua,” katanya.

Menlu Retno pada kesempatan itu mengajak kembali semua pihak untuk terus menghidupkan semangat multilateralisme, perdamaian, dan kolaborasi. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.