• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jika China Gempur Taiwan, Perdagangan Global Langsung Lumpuh

by Redaksi Asiatoday
June 15, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Vietnam Protes China Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

Latihan militer China di Laut China Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negosiator perdagangan utama Taipei, John Deng mengingatkan dampak global jika China menggempur Taiwan.

Menurutnya, setiap serangan militer China di Taiwan akan memiliki dampak yang lebih besar pada arus perdagangan global dibanding dampak perang Rusia-Ukraina, terutama pada pasokan chip semikonduktor.

Operasi militer khusus Rusia ke Ukraina pada bulan Februari telah memicu kenaikan harga komoditas dan larangan ekspor makanan. Hal itu juga menyebabkan kekhawatiran kelaparan di negara-negara miskin.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

John Deng mengatakan bahwa jika China menyerang Taiwan, gangguan potensial bisa lebih buruk, mengutip ketergantungan dunia pada Taiwan untuk chip yang digunakan pada kendaraan listrik dan telepon seluler.

“Gangguan pada rantai pasokan internasional, gangguan pada tatanan ekonomi internasional, dan peluang untuk tumbuh akan jauh, jauh (lebih) signifikan daripada yang ini (perang Rusia-Ukraina),” katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara di sela-sela pertemuan menteri utama Organisasi Perdagangan Dunia di Jenewa seperti dikutip CAN, Rabu (16/6/2022).

“Jadi, akan ada kekurangan pasokan di seluruh dunia,” katanya menambahkan.

Pemerintah Taipei melaporkan tidak ada tanda-tanda serangan segera dari China, tetapi Taiwan telah meningkatkan tingkat siaganya sejak perang Ukraina meletus dan waspada terhadap niat Beijing.

Pemerintah China mengatakan ingin “penyatuan kembali secara damai” dengan menjadikannya sebagai provinsi China. Pandangan itu sangat ditentang oleh pemerintah yang terpilih secara demokratis di Taipei.

Taiwan mendominasi pasar global untuk produksi chip paling canggih dan ekspornya senilai US$118 miliar tahun lalu, menurut data.

Deng mengatakan, dia berharap dapat mengurangi 40 persen pangsa ekspornya yang masuk ke China. Invasi Rusia merupakan kejadian yang pertama kalinya dalam sejarah pengawas perdagangan global yang telah berusia berusia 27 tahun itu dalam arti satu anggota WTO menginvasi yang lain.

Badan itu berharap untuk mencapai paket kesepakatan, termasuk keamanan pangan untuk mengurangi pasokan yang menipis. Namun, ketegangan yang ditimbulkan oleh perang bisa membuat kondisi itu lebih sulit, kata sumber-sumber perdagangan. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.