• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF: Prospek Ekonomi Global Makin Suram dan Tidak Pasti

by Redaksi Asiatoday
July 27, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IMF: Prospek Ekonomi Global Makin Suram dan Tidak Pasti

Markas International Monetary Fund (IMF). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memproyeksi prospek ekonomi global sangat suram.

IMF memangkas perkiraan PDB globalnya untuk 2022 dan 2023, dengan memproyeksikan pertumbuhan mencapai 3,2% tahun ini, 0,4 poin persentase lebih rendah dari proyeksi April.

“Di bawah perkiraan dasar kami, pertumbuhan melambat dari 6,1% tahun lalu menjadi 3,2% tahun ini dan 2,9% tahun depan, turun 0,4 dan 0,7 poin persentase dari April,” kata Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas dalam keterangan pers, Rabu (26/7/2022).

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Revisi proyeksi ini mencerminkan perlambatan pertumbuhan di tiga ekonomi terbesar dunia —Amerika Serikat, China, dan kawasan euro— dengan konsekuensi penting bagi prospek global.

“Ekonomi global, yang masih belum pulih dari pandemi dan invasi Rusia ke Ukraina, menghadapi prospek yang semakin suram dan tidak pasti. Banyak risiko penurunan yang ditandai dalam Outlook Ekonomi Dunia April kami telah mulai terwujud” kata Gourinchas.

“Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, terutama di Amerika Serikat dan ekonomi utama Eropa, memicu pengetatan kondisi keuangan global. Perlambatan China lebih buruk daripada yang diantisipasi di tengah wabah dan lockdown COVID-19, dan ada dampak negatif lebih lanjut dari perang di Ukraina. Akibatnya, output global mengalami kontraksi pada kuartal kedua tahun ini,” tambahnya.

Meskipun aktivitas melambat, inflasi global justru diperkirakan semakin tinggi, sebagian karena kenaikan harga pangan dan energi. Inflasi tahun ini diperkirakan mencapai 6,6% di negara maju dan 9,5% di pasar negara berkembang dan negara berkembang—revisi naik masing-masing 0,9 dan 0,8 poin persentase—dan diproyeksikan akan tetap meningkat lebih lama. Inflasi juga meluas di banyak negara, yang mencerminkan dampak tekanan biaya dari rantai pasokan yang terganggu dan pasar tenaga kerja yang ketat.

“Ketika negara-negara maju menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi, kondisi keuangan mengetat, terutama untuk negara-negara berkembang. Negara harus menggunakan alat makroprudensial dengan tepat untuk menjaga stabilitas keuangan, pembuat kebijakan harus siap untuk menerapkan intervensi valuta asing atau langkah-langkah manajemen aliran modal dalam skenario krisis,” kata Gourinchas.

“Biaya pinjaman yang lebih tinggi, aliran kredit yang berkurang, dolar yang lebih kuat, dan pertumbuhan yang lebih lemah akan mendorong lebih banyak negara ke dalam kesulitan,” tambahnya.

Untuk Indonesia, IMF memangkas tipis proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 0,1 poin persentase menjadi 5,3% tahun ini, dibanding 5,4% pada proyeksi April lalu. Untuk 2023, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 0,8 poin persentase menjadi 5,2%.

Sementara Asian Development Bank (ADB) menaikkan perkiraan pertumbuhan untuk Indonesia menjadi 5,2% tahun ini karena permintaan dalam negeri yang bagus dan pertumbuhan ekspor yang stabil.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan kinerja pertumbuhan ekonomi hingga semester II yang menguat, maka pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun ini mampu tumbuh di kisaran 4,9%-5,4% (yoy). (ATN)

Tags: IMFKrisis EkonomiPertumbuhan EkonomiResesi Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.