• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Layanan di Labuan Bajo Kacau, Wisatawan Batal Liburan ke TN Komodo

by Redaksi Asiatoday
August 2, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Lindungi Komodo, Pulau Rinca Ditutup dari Kunjungan Wisatawan

Satwa Komodo di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur. Foto: Balai Taman Nasional Komodo

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) Abed Frans mengatakan para wisatawan memilih membatalkan kunjungan ke Taman Nasional (TN) Komodo.

Hal ini sebagai dampak dari kekacauan layanan di Labuan Bajo.

“Banyak terjadi pembatalan kunjungan wisatawan yang hendak dilayani teman-teman pelaku wisata, termasuk grup saya juga,” kata Abed seperti dikutip dari Antara, Senin (1/8/2022).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Pembatalan itu akibat dari aksi mogok aktivitas pelaku wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT sebagai bentuk protes terhadap penerapan tarif baru kunjungan ke Taman Nasional Komodo sebesar Rp 3,75 juta.

Menurut Abed, aksi mogok ini menyebabkan kerugian bagi pelaku wisata karena wisatawan yang telah memesan paket wisata ke Taman Nasional Komodo akhirnya harus dibatalkan.

Ia mengatakan ASITA NTT juga menolak pemberlakuan kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo, karena sosialisasinya minim dan diterapkan terlalu cepat.

Di sisi lain ia juga tidak menyetujui aksi protes dengan cara mogok beraktivitas yang dilakukan para pelaku wisata di Labuan Bajo.

“Aksi ini sebenarnya menyusahkan kita sendiri, menyusahkan wisatawan, pelaku bisnis lain seperti hotel, restoran, transportasi, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan lain-lain,” katanya.

Menurut dia, kondisi ini memang sulit, namun butuh kesabaran dari para pelaku wisata dalam menghadapi kebijakan tarif baru ini.

Abed mendorong agar para pelaku wisata di Labuan Bajo untuk berdialog dengan Gubernur NTT secara langsung untuk membicarakan secara baik.

“Jadi harus dibicarakan baik-baik dan bukan dengan emosi yang tinggi, apalagi anarkis,” katanya.

Ia menambahkan jika pendekatan dialog bersama tidak mengubah apa-apa, maka tinggal menunggu saja hasil dari kebijakan tersebut dalam satu bulan ke depan.

“Biarkan waktu yang membuktikan mana yang terbaik. Dulu juga sewaktu satwa Komodo belum seterkenal sekarang dan mendapat banyak kunjungan wisatawan juga kita tetap hidup,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Labuan BajoTaman Nasional KomodoWisata Komodo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.