• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Ingatkan AS Tak Kerahkan Kapal Militernya di Selat Taiwan

by Redaksi Asiatoday
August 17, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Taiwan Siaga Tempur dengan China, AS Kerahkan Kapal Perang di Selat Taiwan

Kapal induk AS siaga di Selat Taiwan. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Pemerintah China mengingatkan kepada Amerika Serikat (AS) untuk tidak mengerahkan kapal angkatan lautnya berlayar melintasi Selat Taiwan.

Beijing menekankan siap mengambil respons yang tepat jika AS melakukan hal tersebut.

Duta Besar China untuk AS Qin Gang mengatakan, pengerahan kapal angkatan laut AS melewati Selat Taiwan akan dipandang negaranya sebagai eskalasi dan bentuk dukungan Washington terhadap pemerintahan “separatis” di Taiwan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Pihak AS telah melakukan terlalu banyak dan bertindak terlalu jauh di wilayah ini,” kata Qin dalam menanggapi pertanyaan awak media tentang potensi patroli angkatan laut AS ke Selat Taiwan, dikutip Rabu (17/8/2022) dari Bloomberg.

“Saya meminta rekan-rekan Amerika kami untuk menahan diri, menahan diri, tidak melakukan apa pun untuk meningkatkan ketegangan. Jika ada tindakan yang merusak integritas dan kedaulatan teritorial China, maka China akan merespons. China akan merespons,” kata Qing menambahkan.

Dia pun menyinggung tentang kunjungan Ketua House of Representatives AS Nancy Pelosi ke Taiwan awal bulan ini. Qing berpendapat, pemerintahan Presiden AS Joe Biden seharusnya tidak meremehkan tekad China mengenai kunjungan tokoh atau delegasi Kongres AS ke Taipei. Qing menolak argumen Gedung Putih bahwa anggota parlemen AS bisa bertindak independen.

“Kongres adalah bagian dari pemerintah AS; ia bukan cabang independen dan tidak terkendali. Kongres berkewajiban untuk mematuhi kebijakan luar negeri AS. Itu sebabnya kami merasa sangat frustrasi dan tidak puas dengan kunjungan Senator Markey ke Taiwan. Ini provokatif, tidak membantu,” ucap Qing.

Setelah Pelosi, Senator AS dari Partai Demokrat, Edward Markey, turut mengunjungi Taiwan. Kunjungannya terjadi kurang dari dua pekan setelah delegasi Pelosi melawat ke Taipei.

“Kami sedang menangani dampak serius dari kunjungan Pelosi,” kata Qin kepada awak media di Washington.

Dia memperingatkan AS untuk tidak meremehkan tekad kuat dan kemampuan pemerintah China untuk mempertahankan kedaulatan nasional serta integritas teritorialnya. Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan pada 2-3 Agustus lalu telah memicu kemarahan China.

Beijing diketahui mengklaim Taipei sebagai bagian dari wilayahnya. Dalam kunjungannya, Pelosi menegaskan dukungan AS untuk Taiwan.

Menanggapi kunjungan Pelosi, China menggelar latihan militer besar-besaran di Selat Taiwan pada 4-7 Agustus lalu. Dalam latihan itu, China mengerahkan seluruh armadanya, yakni udara, darat, dan laut.

Beijing bahkan menguji peluncuran rudal balistik. Latihan tersebut tak pelak memanaskan tensi di Selat Taiwan.

Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang mengatakan, China telah secara brutal menggunakan tindakan militer untuk mengganggu perdamaian dan stabilitas regional.

“Kami tidak akan pernah tunduk pada tekanan. Kami menjunjung tinggi kebebasan dan demokrasi, serta percaya bahwa warga Taiwan tidak menyetujui tindakan intimidasi China dengan kekerasan dan gemerincing pedang di depan pintu kami,” ucapnya kepada awak media pada 7 Agustus lalu, dilaporkan Bloomberg.

AS tak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Namun ia mendukung Taipei dalam menghadapi ancaman China. Presiden AS Joe Biden bahkan sempat menyatakan bahwa negaranya siap mengerahkan kekuatan jika China menyerang Taiwan. Isu Taiwan menjadi salah satu faktor yang meruncingkan hubungan Beijing dengan Washington. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.