• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mayoritas Rakyat AS Menentang Kebijakan Luar Negeri Joe Biden

by Redaksi Asiatoday
August 19, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
KTT G-7, Biden akan Bahas Pandemi, Ekonomi dan Persaingan dengan China

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dok Potus

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Economist/YouGov menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat (AS) sangat menentang kebijakan luar negeri Presiden Joe Biden.

Jajak pendapat itu menunjukkan Partai Republik dan independen sangat kritis terhadap presiden Amerika Serikat.

“Mayoritas orang Amerika dengan kuat atau agak menentang kebijakan luar negeri Presiden Joe Biden,” demikian hasil jajak pendapat Economist/YouGov yang dirilis pada Rabu (17/8/2022), sebagimana dilaporkan RT.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Bahkan di antara pendukung Demokrat, survei menunjukkan, satu dari lima tidak mendukung penanganan Biden di dunia, sementara independen lebih sejalan dengan Partai Republik.

Hanya 16% dari 1.500 warga dewasa Amerika Serikat (AS) yang disurvei mengatakan mereka “sangat setuju” dengan cara Biden menangani kebijakan luar negeri, jajak pendapat menunjukkan. 25% lainnya “agak” setuju, dengan total 41%. Sementara itu, 37% sangat tidak setuju dan 14% agak, dengan total gabungan 51%.

Ketika pertanyaan dipersempit menjadi 1.312 pemilih terdaftar, ketidaksetujuan naik menjadi 53% sementara dukungan Biden merayap hingga 42%.

Menariknya, jajak pendapat itu sangat berbobot mendukung Demokrat, dengan 540 dari mereka yang disurvei mengidentifikasi seperti itu, dibandingkan dengan hanya 382 Republikan dan 572 independen.

Tidak mengherankan, Demokrat masih mendukung orang mereka di Gedung Putih, dengan 74% mendukung kebijakan luar negerinya. Namun, hampir satu dari lima – 19% – tidak. Hanya 12% dari Partai Republik yang menyetujui diplomasi Biden, sementara 85% tidak.

Di antara para independen, ketidaksetujuan gabungan menambahkan hingga 57%, sementara hanya 28% yang menyetujui kebijakan luar negeri Biden, dan hanya 8% yang melakukannya dengan kuat.

Survei tersebut dilakukan mulai 13-16 Agustus, tepat sekitar hari jadi Kabul jatuh ke tangan Taliban tahun lalu. Hal itu memicu keruntuhan pemerintah Afghanistan yang menurut Biden tidak akan pernah terjadi, dan perebutan panik untuk menaiki penerbangan militer Amerika Serikat (AS) yang berangkat dari ibu kota Afghanistan. (ATN)

Tags: Amerika SerikatJoe Biden
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.