• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Demonstran Hong Kong Berkumpul di Puncak Bukit

by Redaksi Asiatoday
September 16, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Demonstran Hong Kong Berkumpul di Puncak Bukit

Demonstran hong kong berkumpul di puncak bukit. Ist

ASIATODAY.ID, HONG KONG – Para demonstran pro-Demokrasi di Hong Kong berkumpul di sejumlah bukit di sekitar pusat keuangan dunia itu, untuk membawa rantai manusia dengan lampu senter pada Jumat malam, 13 September 2019.

Mereka ikut menyemarakkan festival lampion sebagai bagian dari upaya membangun semangat gerakan pro-Demokrasi, yang bergulir kencang sejak Juni 2019.

Aksi ini digelar setelah Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mengatakan akan fokus menyelesaikan masalah ketidak puasan publik seperti kurangnya perumahan dan lapangan kerja.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Upaya ini bagian dari tindakan pemerintah mengurangi ketegangan dan kekacauan akibat unjuk rasa besar-besaran yang terjadi sejak Juni untuk menolak pengesahan legislasi ekstradisi.

“Terjadi sejumlah keributan kecil dan polisi menahan sejumlah orang meskipun peristiwa ini tidak meluas,” begitu dilansir Reuters pada Jumat (13/9/2019).

Lam sempat mengaku bersalah telah menimbulkan kekacauan besar di Hong Kong akibat enggan menarik legislasi ekstradisi dari parlemen pada Juni 2019. Dia mengaku siap berhenti jika memiliki pilihan. Lam juga berjanji menambah perumahan bagi warga yang membutuhkan.

“Perumahan dan kebutuhan hidup sehari-hari menjadi fokus perhatian pemerintah,” kata Lam. Dia mengaku suplai perumahan bagi warga akan terus ditambah sehingga mencukupi kebutuhan semua orang.

Hong Kong dikenal sebagai wilayah dengan harga properti paling mahal di dunia. Banyak orang muda menilai kondisi ini tidak adil karena kebijakan pemerintah yang keliru.

Ini terjadi karena para pengusaha properti memaksa warga untuk membayar properti dengan harga mahal untuk apartemen berukuran kecil seperti kotak sepatu.

Menurut manajemen perusahaan properti Sun Hung Hai Properties, kerusuhan yang melanda Hong Kong merupakan gedoran bagi pemerintah dan perusahaan swasta untuk menambah pasokan rumah harga terjangkau bagi warga.

Menteri Keuangan Hong Kong, Paul Chan, emngatakan akan meluncurkan paket pajak baru atau vacancy tax untuk mendorong para pengembang meluncurkan proyek properti lebih cepat. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Hong KongHong Kong RevolutionUnjukrasa Hong Kong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.