• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Kerahkan 6 Pesawat Pengebom Nuklir di Utara Australia Dekat Indonesia

by Redaksi Asiatoday
October 31, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Kerahkan 6 Pesawat Pengebom Nuklir di Utara Australia Dekat Indonesia

Pesawat pengebom Amerika Serikat (AS). Dok US Army

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) siap mengirimkan 6 pesawat pengebom B-52 ke dekat Indonesia, yaitu ke utara Australia.

Pengerahan pesawat pengebom berkekuatan nuklir itu disinyalir akan memperkuat pangkalan udara di wilayah Australia Utara.

Laporan Australian Broadcasting Corp (ABC) pada Senin (31/10/2022), langkah ini dan selanjutnya akan semakin memperkeruh ketegangan dengan Beijing.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Atas kabar tersebut, fasilitas khusus akan didirikan di pangkalan udara terpencil Australia di Tindal, 300 km selatan Darwin, Ibu Kota Utara Australia.

Kantor Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles belum menanggapi kabar tersebut, dan tak berkomentar apapun.

ABC melaporkan bahwa AS telah menyusun rencana secara rinci yakni operasi skuadron selama musim kemarau di Northern Territory, yaitu pusat pemeliharaan yang lengkap dengan area untuk B-52.

Angkatan Udara AS dalam laporan juga menegaskan dalam pesannya, bahwa pasukannya memiliki kemampuan membom jarak jauh ke Australia, dengan kekuatan udara yang mematikan.

Sebagai referensi, Northern Territory Australia sering menjadi tuan rumah kerja sama militer dengan Amerika Serikat. Ribuan marinir AS berputar di udara di atas wilayah itu setiap tahun untuk pelatihan dan latihan bersama, dan mulai pertama kali dilakukan sejak era Presiden AS, Barack Obama.

Pada awal tahun ini, AS mengerahkan empat bom B-52 ke pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam. Sedangkan pada tahun lalu, AS, Inggris, dan Australia telah membuat kesepakatan keamanan negara dengan memberi Australia teknologi kapal selam bertenaga nuklir.

Hal itu membuat China geram. Pasalnya, dengan mengerahkan pesawat pengebom B-52 ke Australia, dapat berpotensi menyerang daratan China dan akan menjadi peringatan bagi Beijing.

Senior di Center for a New American Security yang berbasis di Washington, Becca Wasser mengatakan bahwa hal ini imbas dari seiring dengan tumbuhnya ketakutan akan serangan China terhadap Taiwan. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.