• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pabrik Foxconn di China Ditutup Paksa, Ada Apa?

by Redaksi Asiatoday
November 1, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Efek Covid-19, Laba Foxconn Menurun Tajam

Pabrik Foxconn di China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pabrik perakitan Apple terbesar di China, Foxconn, di Kota Zhengzhou ditutup paksa karena wabah Covid-19. Para pekerja di pabrik itu terpaksa keluar dengan melompati pagar di luar pabrik.

Laporan BBC, Senin (31/10/2022) hal tersebut merupakan salah satu dampak dari kebijakan nol kasus Covid-19 yang diterapkan oleh Presiden Xi Jinping. Pabrik ditutup meskipun tidak diketahui pasti berapa banyak kasus Covid-19 yang telah diidentifikasi.

Pada minggu lalu, Zhengzhou, Ibu Kota Provinsi Henan China melaporkan 167 infeksi Covid-19. Angka tersebut naik dari 97 minggu sebelumnya. Akibatnya, kota berpenduduk sekitar 10 juta orang itu sebagian dikunci, karena China terus menggunakan langkah-langkah penguncian yang ketat untuk menangani Covid.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Foxconn, yang bertindak sebagai pemasok untuk Apple yang berbasis di Amerika Serikat (AS), memiliki ratusan ribu pekerja di kompleks Zhengzhou dan belum memberikan hitungan resmi berapa banyak yang terinfeksi.

Perusahaan yang berbasis di Taiwan itu mengklaim pada Minggu (30/10/2022) bahwa mereka tidak akan menghentikan pekerja keluar. Namun, rekaman yang beredar di Weibo China, para pekerja tampak melarikan diri dari lapangan. Mereka berjalan jauh supaya menghindari tertangkap di angkutan umum ketika akan pulang ke kampung halaman mereka.

Seorang pekerja berusia 22 tahun, bermarga Xia, mengatakan kepada Financial Times bahwa ada kekacauan total di asrama, dia dan rekan-rekannya ditahan.

“Kami melompati pagar plastik dan pagar logam untuk keluar dari kampus,” katanya menambahkan.

Pekerja juga mengklaim area di sekitar pabrik telah dikunci selama berhari-hari. Pekerja positif Covid-19 menjadi sasaran pengujian harian dan karantina untuk mencoba menahan wabah.

Pekan lalu, pada 19 Oktober, Foxconn mengumumkan larangan semua katering makanan di pabrik Zhengzhou dan mengharuskan pekerja untuk makan di kamar mereka. Pada saat yang sama, perusahaan mengatakan kepada wartawan bahwa mereka tengah mempertahankan produksi karena pabrik meningkatkan produksi model iPhone 14 terbaru.

“Pemerintah setuju untuk melanjutkan makan di tempat untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan hidup karyawan,” kata Foxconn dalam sebuah pernyataan, Minggu (30/10/2022). (ATN)

Tags: FoxconnIndo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.