• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 18, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Prabowo Subianto Ungkap Pelajaran Berharga dari Perang Rusia-Ukraina

by Redaksi Asiatoday
November 9, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dari AS, Menhan Prabowo Road Show ke Austria dan Prancis

Menhan RI, Prabowo Subianto. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengungkap pelajaran berharga dari perang Rusia-Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari 2022.

Pasalnya, keunggulan yang dimiliki Rusia ternyata tidak menjamin dalam pertempuran udara.

“Penyebabnya apa? Ini juga saya kutip dari penilaian sumber-sumber internasional. Pertama, serangan-serangan mereka tidak efektif memberikan pukulan di hari-hari pertama, serangan-serangan tidak terkonsentrasi, tetapi tersebar, sehingga pertahanan dan kekuatan udara Ukraina masih mampu beroperasi,” jelas Prabowo di forum seminar TNI AU di Puri Ardhya Garini I Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang dikutip Rabu (9/11/2022).

RelatedPosts

ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution

Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion

Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty

Faktor lainnya, kemampuan serangan siber Rusia tak terintegrasi dengan serbuan fisik. Kremlin pun dinilai gagal menetralisasi serangan udara Ukraina.

Selanjutnya, kekuatan Rusia tidak berhasil mengintegrasikan intelijen taktis. Rusia tampak tidak memiliki rencana efektif untuk melawan drone dan unmanned aerial system dari Ukraina.

“Ini bukan tentang saya pro Rusia, atau saya pro Ukraina, tidak. Ini pelajaran yang bisa kita ambil, dan bisa Saudara kaji, dan Saudara bantah. Ini saya lempar untuk Saudara bahas dan mencari pengaruh dan apa yang bisa kita dapat dari pelajaran itu,” kata Prabowo.

Prabowo memaparkan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) guna memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional dalam rangka menjaga kedaulatan.

Peningkatan kompetensi SDM ditandai dengan peluncuran empat fakultas anyar jenjang S-1 di Universitas Pertahanan (Unhan), yang berada di bawah Kemhan). Penambahan melingkupi Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Farmasi.

“Saya lihat waktu itu adanya aset begitu penting ini, tapi waktu itu ada kekurangan. Menurut saya, kekurangannya adalah kekurangan sangat vital, kritis. Kekurangannya yaitu bahwa kita menyelenggarakan pendidikan S-2 dan S-3 dan sebagian besar di bidang manajemen, di bidang strategi,” jelasnya.

“Penambahan fakultas sebagai antisipasi yang terjelek bukan menyebarkan pesimisme, tapi meningkatkan kemampuan kita untuk menghadapi ancaman. Demikian juga dengan akibat biologis ini, sekarang kita hadapi bahaya kenaikan harga pangan, langkanya pangan. Belum lagi akibat perang Ukraine dan Rusia,” imbuhnya.

Menurut Prabowo, penyelenggaraan pendidikan di Universitas Pertahanan (Unhan) diberikan secara cuma-cuma. Namun, dikhususkan bagi anak-anak berprestasi secara akademis. Setidaknya memiliki kecerdasan intelektual (intellectual intelligence/IQ) minimal 120.

“Unhan kita terapkan penerimaan anak-anak hanya dengan IQ 120 ke atas dan harus dibuktikan bahwa dia mampu mencapai nilai 9 di bidang matematika dan fisika 3 tahun berturut-turut sebelum masuk universitas. Ini sangat sulit dan ini tidak bisa kita izinkan adanya nota-nota, surat-surat rekomendasi anaknya ini, keponakannya itu. Tidak ada!” tegasnya.

Selain peningkatan kompetensi di bidang SDM melalui pendidikan, kerja sama pertahanan juga telah dibangun Indonesia.

Misalanya, kerja sama yang dilakukan Indonesia dalam pengembangan jet tempur yang bekerja sama dengan Korea Selatan. Unit ini diberi nama Korea Fighter eXperiment dan Indonesia Fighter eXperiment (KFX/IFX).

Prabowo memandang, segala terobosan tersebut harus dilakukan sejak dini karena tidak ada hasil yang diciptakan dalam waktu singkat untuk mengejar ketertinggalan. Dicontohkannya dengan program Presiden pertama RI, Soekarno, untuk mencetak cendekiawan.

“Dulu, waktu Bung Karno kirim anak-anak kita belajar teknologi, belajar fisika, belajar kedirgantaraan, Pak Habibie dikirim, semua dikirim, kira-kira tahun ’57-’58. Baru kita mampu membuat pesawat pertama mungkin tahun ’80. Bayangkan, ’58 sampai tahun ’80, hampir 25 tahun, seperempat abad baru kita mampu,” tandasnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Prabowo Subianto
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution
  • Troys Films and South Korea’s Chan ENM Forge Strategic Partnership in Film Industry
  • Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion
  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.