• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Stop PLTU Batu Bara, Indonesia akan Diguyur Rp235,51 Triliun

by Redaksi Asiatoday
November 11, 2022
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Terapkan Pajak Karbon Mulai 1 Juli 2022

Emisi Karbon yang bersumber dari PLTU Batu Bara. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dilaporkan akan menerima guyuran dana besar sebagai kompensasi atas aksi iklim negeri itu menghentikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara.

Pasalnya, pakta iklim yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dan Jepang tengah menyelesaikan kesepakatan pembiayaan iklim yang akan menawarkan setidaknya US$15 miliar atau sekitar Rp235,51 triliun untuk membantu Indonesia beralih dari dominasi penggunaan PLTU ke energi baru terbarukan.

Laporan Bloomberg, Jumat (11/11/2022), kemitraan yang disebut ‘Just Energy Transition Partnership’ atau JETP itu kemungkinan akan diumumkan pada KTT G20 di Bali pekan depan, menurut orang-orang yang mengetahui rencana itu.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Kesepakatan itu memungkinkan Indonesia untuk mempercepat upaya memensiunkan kelebihan kapasitas PLTU dan membatasi proyek PLTU yang dinilai menghambat pengembangan energi terbarukan.

Menurut pihak yang enggan disebutkan namanya tersebut, beberapa detail kesepakatan dapat berubah sebelum pengumuman dilakukan.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa kesepakatan pembiayaan akan diumumkan pada pekan depan.

“Saya harap besarannya akan cukup besar untuk menciptakan kepercayaan dalam mewujudkan transisi energi,” kata Sri Mulyani dalam Bloomberg CEO Forum di Bali, Jumat (11/11/2022).

Sementara itu, seorang juru bicara Departemen Keuangan AS menolak berkomentar terkait kesepakatan tersebut. Kementerian Luar Negeri Jepang juga tidak segera menanggapi permintaan tanggapan.

Adapun, model kesepakatan pembiayaan tersebut serupa dengan kesepakatan keuangan iklim senilai US$8,5 miliar untuk Afrika Selatan yang pertama kali diuraikan dalam KTT iklim PBB tahun lalu.

Afrika Selatan baru pada bulan ini mengumumkan perincian rencana investasi itu, yang menunjukkan betapa rumitnya mengubah kesepakatan awal menjadi proposal yang direalisasikan sepenuhnya.

Namun, tidak seperti kesepakatan Afrika Selatan yang diajukan dengan tergesa-gesa pada KTT iklim tahun lalu, JETP Indonesia adalah produk dari negosiasi setahun penuh dan kerangka awal lebih rinci, menurut beberapa orang.

Para pejabat AS telah mengerjakan kesepakatan untuk mengarahkan beberapa negara terpadat di dunia untuk menuju ke energi yang lebih bersih, termasuk pembicaraan dengan Indonesia dan Vietnam, kata Utusan Khusus Presiden AS untuk Perubahan Iklim John Kerry dalam sebuah wawancara bulan lalu.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan berbicara dengan Kerry tentang masalah ini pada Kamis malam dan para pihak berharap untuk membuat pengumuman pada Rabu, katanya dalam B-20 Net Zero Summit pada Jumat di Bali.

“Indonesia perlu bertransformasi, kami sangat peduli dengan ini dan negosiasi kami dengan AS dan JETP berjalan sangat baik,” katanya.

Disebutkan bahwa di bawah JETP, beberapa PLTU baru tidak akan dibangun dan total penambahan kapasitas PLTU baru akan menyusut menjadi sekitar 10 gigawatt (GW), kata beberapa orang.

PT PLN (Persero) tidak segera menanggapi permintaan komentar ini. Belum jelas berapa banyak PLTU yang akan dipensiunkan PLN lebih awal berdasarkan kesepakatan JETP. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Climate ActionGreen EnergyJust Energy Transition Partnership
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.