• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Rosatom Rusia Tawarkan Proyek Pembangkit Nuklir di Arab Saudi

by Redaksi Asiatoday
December 14, 2022
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi Rp186 Triliun, Rusia Bangun 2 Pembangkit Nuklir di Hungaria

Pembangkit tenaga nuklir yang dibangun Rosatom. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan energi nuklir Rusia, Rosatom, menawarkan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Arab Saudi.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak, Selasa (13/12/2022), mengatakan, perusahaan tersebut juga sedang membahas proyek pembangunan PLTN lain di Turki.

Rusia berencana meningkatkan pangsa energi nuklir sebesar 25 persen hingga tahun 2040. Negara itu juga dapat meningkatkan ekspor energi nuklir seiring permintaan yang meningkat akibat krisis energi global, kata Novak.
Menurut Novak, perlambatan pengembangan energi nuklir dalam dekade terakhir sebagian besar disebabkan oleh kecelakaan di PLTN Fukushima di Jepang pada 2011.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

“Namun, pengalaman Jepang telah dipelajari secara serius dan diperhitungkan di tingkat dunia, kesimpulan yang relevan telah ditarik, keputusan yang diperlukan telah dibuat untuk kemungkinan keberadaan dan pengembangan industri lebih lanjut. Sebagai hasilnya, ada kemajuan pesat di bidang teknologi,” kata Novak.

Dia menyebut beberapa keuntungan energi nuklir, yaitu harganya lebih murah, diperlukan lebih sedikit bahan bakar untuk menghasilkan lebih banyak energi, dan memiliki volume emisi CO2 yang rendah, yang sepenuhnya memenuhi agenda iklim saat ini.

“Saya ingin menekankan bahwa dengan latar belakang krisis energi dan upaya masyarakat internasional untuk memerangi perubahan iklim, energi nuklir menjadi sumber energi yang semakin menjanjikan,” imbuhnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Energi NuklirGreen EnergyRosatom
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.