• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Siap Bantu Suplai Vaksin Covid-19 untuk China

by Redaksi Asiatoday
December 23, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS Desak China Hentikan Kejahatan Kemanusiaan dan Genosida Terhadap Uighur

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Anthony Blinken. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) siap menyuplai vaksin Covid-19 untuk membantu China mengatasi wabah tersebut yang tengah melonjak di Negeri itu.

Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dalam konferensi pers. Namun, Blinken mengatakan sejauh ini belum ada permintaan bantuan dari pemerintah China.

“Kami ingin melihat China mengendalikan wabah ini. AS khawatir terhadap munculnya varian virus corona baru. Wabah di China berdampak besar bagi ekonomi global karena China tengah ditutup,” ungkap Blinken sebagaimana dilaporkan Bloomberg, Jumat (23/12/2022).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Setelah mencoba membasmi wabah Covid-19 selama tiga tahun, China sekarang membiarkannya beredar luas. Langkah ini telah mengakibatkan lonjakan kasus dan laporan kematian akibat Covid-19 yang jumlahnya semakin meningkat. Salah satu akar masalahnya adalah bahwa banyak orang China yang lebih tua tidak divaksinasi, sementara yang lain adalah bahwa China masih belum menyetujui penggunaan vaksin asing apa pun termasuk vaksin berbasis mRNA dari BioNTech atau Moderna.

Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington Liu Pengyu mengatakan bahwa stok vaksin negara itu secara umum dapat memenuhi permintaan. Selain itu, program vaksin booster juga tengah diluncurkan.

“Pejabat kesehatan China dan Amerika akan tetap berhubungan,” tambahnya.

Blinken tidak menanggapi pertanyaan mengenai validitas penghitungan jumlah infeksi Covid-19 di China saat ini, namun dia menekankan pentingnya transparansi.

Dia menekankan bahwa penting bagi semua negara termasuk China untuk fokus terhadap vaksinasi, ketersediaan alat tes dan obat-obatan, dan yang terpenting berbagi informasi secara transparan dengan dunia tentang mengenai kondisi saat ini.

“Sekali lagi, karena ini memiliki implikasi tidak hanya untuk China, tetapi untuk seluruh dunia,” pungkasnya.

Dalam konferensi pers yang sama, Blinken memuji upaya AS untuk meningkatkan vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia dan membantu negara-negara mempersiapkan diri menghadapi pandemi di masa depan. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Tags: ChinaCOVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.