• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Akibat Karhutla, Diplomasi Sawit Indonesia Sulit Yakinkan Dunia

by Redaksi Asiatoday
September 19, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Akibat Karhutla, Diplomasi Sawit Indonesia Sulit Yakinkan Dunia

Fadli Zon. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi disejumlah wilayah, kian menimbulkan citra buruk Indonesia dimata dunia. Pasalanya, karhutla telah menimbulkan dampak luas diberbagai dimensi, termasuk memukul Industri Sawit.

Menurut Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon masalah karhutla akan membuat produk sawit Indonesia makin sulit diterima di dunia, khususnya Uni Eropa (UE) yang gencar menolak produk sawit Indonesia karena diselimuti sentimen negatif.

“Tanpa adanya perbaikan yang drastis, produk sawit Indonesia akan semakin ditolak dunia,” ujar Fadli Zon melalui akun Twitter-nya, Kamis (19/9/2019).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Fadli memandang, bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini sedang terjadi, jelas menjadi tamparan keras bagi para diplomat Indonesia yang sedang berjuang meyakinkan Uni Eropa dan juga WTO (World Trade Organization) agar mendukung produk sawit Indonesia.

“Bencana karhutla, benar-benar merupakan gambaran buruk bagi perjuangan diplomasi dagang Indonesia,” paparnya.

Fadli menambahkan, bagaimana Indonesia bisa merayu negara-negara Eropa untuk terus membuka pasarnya bagi produk sawit Indonesia, ketika pada saat bersamaan semua tuduhan mereka atas perkebunan sawit Indonesia yang merusak lingkungan, melakukan deforestasi justru terkonfirmasi dari bencana karhutla.

“Malah dikonfirmasi oleh bencana karhutla yang 99% akibat ulah manusia dan terus menerus terjadi,” ujarnya.

Fadli Zon menjelaskan, awal tahun ini, 28 negara Uni Eropa sepakat untuk memasukkan minyak sawit Indonesia sebagai kategori tidak berkelanjutan, sehingga mereka tidak akan menggunakannya sebagai bahan baku biodiesel.

Menurutnya, Uni Eropa menyoroti masalah deforestasi akibat adanya budidaya sawit yang masif. Mulai 2030, Uni Eropa akan melarang total konsumsi sawit Indonesia. Artinya, sebelum itu mereka akan mulai mengurangi konsumsi sawit asal Indonesia.

“Dari sisi dagang, keputusan Uni Eropa tersebut tentu saja merugikan kita. Industri kelapa sawit merupakan salah satu industri strategi nasional, khususnya dalam kelompok non-migas,” tandasnya.(AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Darurat AsapFadli Zon LibraryKarhutlaSawitUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.