• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Targetkan Ekspor Nonmigas Capai Rp4.508 Triliun pada 2023

by Redaksi Asiatoday
January 3, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ditopang Produk Sawit, Ekspor Indonesia di Bulan Juni Tembus USD26 Miliar

Aktivitas ekspor dan impor Indonesia. Dok Kemenkeu

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia optimistis ekspor nonmigas bisa mencapai US$289,76 miliar atau setara Rp4.508 triliun (asumsi kurs Rp 15.560 per US$) tahun ini. Adapun, per November 2022, ekspor nonmigas Indonesia tercatat mencapai US$253,61 miliar.

“Tahun ini, target ekspor nonmigas negara bisa mencapai US$289,76 miliar dari sebelumnya baru US$253 miliar,” kata Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, dikutip Selasa (3/1/2023).

Meski penuh tantangan dan dinamika ekonomi global, capaian sektor perdagangan sepanjang 2022 telah memberi optimisme untuk menyambut tahun 2023.

RelatedPosts

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

“Di tengah situasi perekonomian dan perdagangan selama 2022 yang penuh tantangan, bahkan diwarnai dengan berbagai krisis, mulai dari krisis pangan, krisis energi, krisis keuangan, dan krisis geopolitik, kita patut bersyukur karena masih bisa mencatatkan banyak capaian positif pada sektor perdagangan Indonesia,” katanya.

Dalam mengantisipasi dinamika perekonomian dan perdagangan global yang penuh ketidakpastian, Zulhas mengatakan bahwa pihaknya akan mengeluarkan berbagai strategi kebijakan. Beberapa diantaranya adalah mendukung peningkatan nilai tambah produk yang diperdagangkan melalui hilirisasi industri; transisi perdagangan hijau; ekspansi dan penetrasi ke pasar ekspor nontradisional seperti Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah; serta peningkatan akses pasar internasional melalui perjanjian perdagangan, pameran, maupun misi dagang.

“Penguatan pasar dalam negeri juga akan terus dilakukan dengan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, peningkatan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah [UMKM] melalui digitalisasi, pemanfaatan instrumen trade remedies, serta pengendalian impor secara selektif,” jelas Zulhas.

Lebih lanjut, untuk sektor perdagangan luar negeri, dia menyampaikan agar tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia tahun 2022 karena ekspor memberikan kontribusi yang sangat signifikan.

Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang tetap melanjutkan tren pemulihan ekonomi pada 2022. Bahkan, beberapa negara mitra dagang utama Indonesia, seperti China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa justru mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2022.

Sejak kuartal IV/2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil terjaga di atas 5 persen. Meskipun sebelumnya pada kuartal II/2020 hingga kuartal I/2021 mengalami kontraksi atau minus, ekonomi Indonesia mampu bangkit dan pulih secara bertahap hingga tumbuh 5,72 persen yoy pada kuartal III/2022.

Selama pemulihan, ekspor menjadi salah satu komponen utama pendorong pertumbuhan ekonomi. Kontribusi ekspor barang dan jasa bahkan terus meningkat sejak kuartal II/2021 hingga kuartal III/2022, dari 20,46 persen menjadi 26,23 persen dari total produk domestik bruto (PDB).

Pertumbuhan ekspor barang dan jasa juga tercatat dua kali menjadi yang tertinggi pada 2022, yaitu pada kuartal I dan II dengan pertumbuhan 16,22 persen yoy dan 19,74 persen yoy. Nilai ekspor nonmigas sebagai pendorong kinerja ekspor total 2022 bahkan mencapai US$253,61 miliar pada Januari—November 2022, sudah melampaui capaian 2021 sebesar US$219,25 miliar.

Kenaikan harga komoditas seperti nikel dan batu bara memang masih menjadi faktor utama sebagai dampak supercycle commodity era. Pada Januari—November 2022 ekspor produk olahan nikel tumbuh sangat tinggi sebesar 398,39 persen yoy, diikuti batu bara sebesar 70,17 persen YoY.

“Meskipun terjadi pelemahan global, selama periode tersebut ekspor produk manufaktur Indonesia masih tetap tumbuh. Besi baja tumbuh 37,11 persen yoy, alas kaki tumbuh 29,27 persen yoy, serta kendaraan dan bagiannya tumbuh 27,29 persen yoy,” tandas Zulhas. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Asia TradeEkspor Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.