• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Perdagangan Kamboja dengan Negara-negara RCEP Naik 7 Persen

by Redaksi Asiatoday
January 4, 2023
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Perdagangan Kamboja dengan Negara-negara RCEP Naik 7 Persen

Aktivitas di Pelabuhan Darat Hong Leng Huor di wilayah pinggiran barat Phnom Penh, Kamboja. Dok Xinhua

ASIATODAY.ID, PHNOM PENH – Aktivitas perdagangan Kamboja dengan negara-negara anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) mencapai US$28,4 miliar (1 dolar AS = Rp15.590) pada 11 bulan pertama di tahun 2022, menandai peningkatan tahunan (year on year/yoy) sebesar 7 persen. Demikian laporan terbaru Kementerian Perdagangan Kamboja pada Selasa (3/1).

Laporan itu menyebutkan bahwa nilai ekspor negara kerajaan tersebut ke negara-negara anggota RCEP mencapai US$5,67 miliar pada periode Januari-November tahun lalu, naik 5 persen, sedangkan nilai impornya dari negara-negara anggota RCEP mencapai US$22,73 miliar dolar, naik 7 persen.

Lima mitra dagang terbesar bagi negara kerajaan di Asia Tenggara itu di bawah RCEP adalah China, Vietnam, Thailand, Singapura, dan Jepang, tambah laporan tersebut.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Mulai berlaku pada 1 Januari 2022, perjanjian perdagangan bebas RCEP melibatkan 15 negara Asia-Pasifik termasuk 10 negara anggota ASEAN yakni Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, serta lima mitra dagang mereka yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

“RCEP merupakan sebuah katalis bagi pertumbuhan perdagangan jangka panjang dan berkelanjutan kami serta sebuah magnet untuk menarik lebih banyak investasi asing langsung ke negara kami,” kata Wakil Sekretaris Negeri dan Juru Bicara Kementerian Perdagangan Kamboja Penn Sovicheat, dikutip Xinhua.

Pejabat itu mengatakan bahwa perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia ini akan membantu Kamboja untuk melepaskan diri dari status negara tertinggal (least developed country/LDC) kemungkinan pada 2028 dan untuk mencapai targetnya menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas pada 2030. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Asia TradeKambojaRCEPRegional Comprehensif Economic Partnership
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.