• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

DPR Soroti Kebocoran Data Jutaan Penumpang Lion Air

by Redaksi Asiatoday
September 19, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
DPR Soroti Kebocoran Data Jutaan Penumpang Lion Air

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyoroti kebocoran jutaan data penumpang Lion Air. Karena itu, Bamsoet, sapaan akrabnya, mendorong agar pemerintah menuntut pertanggungjawaban kebocoran data itu kepada Lion Air.

“Kita mendorong pemerintah, utamanya Kementerian Kominfo dan Kementerian Perhubungan, agar meminta penjelasan dan pertanggungjawaban dari manajemen Lion Air atas kasus pembocoran dan penyebarluasan data pribadi puluhan juta penumpang maskapai penerbangan itu,” kata Bamsoet, dalam keterangan tertulis, Kamis (19/9/2019).

Bamsoet mengungkapkan, Indonesia memang belum punya undang-undang khusus terkait perlindungan data pribadi, namun Indonesia sudah punya Pasal 26 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mewajibkan penggunaan data pribadi harus disetujui pemilik data.

RelatedPosts

Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway

Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

“Mereka yang melanggar ketentuan ini bisa digugat,” tegas Bamsoet.

Selain UU ITE, ada juga Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sisten dan Transaksi Elektronik. Di situ diatur perlindungan data pribadi dari aksi penggunaan tanpa izin.

“Pembocoran data pribadi tanpa persetujuan pihak yang bersangkutan tidak dapat dibenarkan, dan juga tidak etis. Kasus pembocoran dan penyebarluasan data pribadi penumpang Lion Air memang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, karena data pribadi puluhan juta WNI itu telah dikuasai atau disimpan pihak asing,” tutur Bamsoet.

Data-data yang bocor itu sebelumnya disimpan di Amazon Web Services (AWS). Bamsoet khawatir penyalahgunaan data yang bocor itu terjadi, sehingga warga negara Indonesia (WNI) dirugikan.

“Ini berarti, puluhan juta WNI berpotensi dirugikan oleh pihak yang menguasai data-data itu. Maka, pemerintah harus menyikapi kasus ini dengan serius, sebagai pelaksanaan kewajiban negara melindungi semua WNI,” tandas Bamsoet. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bambang SoesatyoData PribadiLion AirLion Group
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.