• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Politik di Peru, 40 Orang Tewas dalam Kerusuhan

by Redaksi Asiatoday
January 11, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Krisis Politik di Peru, 40 Orang Tewas dalam Kerusuhan 1

Para demonstran anti Pemerintah Peru saling berhadapan dengan aparat. Dok

ASIATODAY.ID, LIMA – Negeri Peru kian bergolak. Krisis politik kian memanas. Korban jiwa akibat kerusuhan antara demonstran rasa yang anti-pemerintah dengan aparat keamanan bertambah 17 orang, sehingga total korban jiwa telah mencapai 40 orang.

Gelombang aksi unjuk rasa mulai meletus sejak mantan Presiden Peru, Pedro Castillo ditangkap sebulan lalu. Sejak itu, pendukung Castillo turun ke jalan dan berunjuk rasa menentang penangkapan tersebut.

Pada Senin (9/1/2023) waktu setempat, pertumpahan darah kembali terjadi di dekat bandara di Kota Juliaca di selatan Puno. Para demonstran antipemerintah terlibat bentrok dengan polisi.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Gambar dan video yang beredar di media sosial menunjukkan luka tembak dan kepulan asap saat pengunjuk rasa melemparkan batu. Mereka menggunakan ketapel dan pelat logam sebagai tameng.

Rekaman lain menunjukkan seorang pria diberi pertolongan pertama dan ada juga pengunjuk rasa yang terluka tiba di rumah sakit. Seorang anak laki-laki meninggal dalam ambulans karena tidak bisa mencapai rumah sakit setelah jalan diblokir pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa menyerukan Presiden Dina Boluarte mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka juga mendesak Kongres dibubarkan dan mantan presiden Castillo dibebaskan dari penjara. Presiden Boluarte adalah mantan wakil presiden Castillo yang menggantikan posisinya.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (9/1/2023) malam, Perdana Menteri Peru, Alberto Otarola, mendukung upaya aparat keamanan.

“Kami tidak akan berhenti membela supremasi hukum,” ujarnya dikutip The Guardian.

Dia bahkan menuding bahwa aksi unjuk rasa yang terjadi saat ini dibiayai oleh kepentingan asing dan uang gelap perdagangan narkoba. Kelompok itu memanfaatkan demonstran untuk menghancurkan negara.

Otarola mengatakan, polisi telah diserang dengan senjata rakitan dan menyebut Castillo tengah melakukan kudeta dengan mengobarkan kerusuhan. Meski demikian, dia menyesalkan adanya korban jiwa dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Sebelumnya, Presiden Boluarte mengatakan, dia tidak dapat mengabulkan tuntutan pengunjuk rasa. Bahkan, menurut dia, permintaan pendemo mengada-ada dan sekadar dalih untuk membuat kekacauan.

Sementara, Ombudsman Peru mengingatkan aparat keamanan untuk menggunakan kekuatan secara legal dalam menghalau pengunjuk rasa. “Kami meminta agar kekuatan bersenjata digunakan secara legal, perlu, dan proporsional. Kami juga mendesak kejaksaan untuk melakukan penyelidikan segera dan mengklarifikasi fakta,” tulis Ombudsman di Twitter.

Komite Palang Merah Internasional menyesalkan terjadinya eskalasi kekerasan dalam penanggulangan aksi unjuk rasa.

“Kami sangat prihatin dengan berlanjutnya eskalasi kekerasan dalam protes di Peru, yang telah menyebabkan hilangnya puluhan nyawa,” ujarnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Krisis PolitikPeru
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.