ASIATODAY.ID, TAIYUAN – Pembangkit listrik energi hijau di Provinsi Shanxi yang kaya batu bara di China utara melampaui 68,55 miliar kWh pada 2022, menurut State Grid Shanxi Electric Power Company.
Artinya, sekitar 16,67 persen listrik dihasilkan oleh pembangkit listrik ramah lingkungan (green power) di provinsi itu, dan tingkat pemanfaatan produksi energi hijau mencapai 98,6 persen.
Pada akhir tahun lalu, total kapasitas terpasang pembangkit listrik di provinsi itu telah melampaui 120 juta kilowatt. Dari jumlah tersebut, kapasitas yang dihasilkan oleh tenaga angin dan matahari mencapai 33,23 persen, naik menjadi lebih dari 40,13 juta kilowatt.

Sebagai basis energi utama di China, Provinsi Shanxi adalah kunci bagi pasokan energi dan transmisi listrik di negara itu.
Shanxi juga terus memperkuat konstruksi jaringan listrik, meningkatkan peralatan, serta mengoptimalkan cara pengoperasian jaringan listriknya.
Sejak 2012, Shanxi membangun dan mengoperasikan empat saluran untuk transmisi daya listrik keluar, imbuh perusahaan tersebut.
Kapasitas terpasang pembangkit listrik yang terhubung ke jaringan listrik di provinsi itu meningkat dari 54,55 juta kW pada 2012 menjadi 121 juta kW pada 2022. Sementara itu, kapasitas transmisi dayanya meningkat dari 19,3 juta kW menjadi 30,62 juta kW selama periode yang sama, tambah perusahaan itu. (AT Network)
Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News
