• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO: Lindungi Anak-anak dari Obat Batuk Sirup yang Mematikan

by Redaksi Asiatoday
January 24, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO Ingatkan Varian Omicron Menyebar Lebih Cepat Dibanding Delta

Markas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan tindakan “bersama dan segera” untuk melindungi anak-anak dari kontaminasi obat, menyusul kasus kematian anak akibat obat batuk sirup tahun lalu.

Pada 2022, lebih dari 300 anak, sebagian besar balita, di Gambia, Indonesia dan Uzbekistan meninggal akibat gangguan ginjal akut, yang dikaitkan dengan kontaminasi obat, kata WHO dalam pernyataan, Senin.

Obat batuk sirup yang dijual bebas itu memiliki kandungan dietilen glikol dan etilen glikol yang tinggi.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Kedua kontaminan itu adalah kimia beracun yang digunakan sebagai pelarut industri dan bahan antibeku, yang bisa menjadi fatal meski diminum dalam jumlah kecil, dan seharusnya tidak boleh ada dalam obat-obatan,” kata WHO.

Organisasi di bawah PBB itu mengatakan tujuh negara telah melaporkan temuan obat batuk sirup tercemar dalam empat bulan terakhir.

WHO menyerukan adanya tindakan di 194 negara anggotanya untuk mencegah lebih banyak kematian.

“Karena ini bukan insiden yang terisolasi, WHO menyerukan berbagai pemangku kepentingan utama dalam rantai pasokan obat untuk mengambil tindakan segera dan terkoordinasi,” katanya.

WHO telah mengeluarkan peringatan pada Oktober dan awal bulan ini, yang meminta agar obat-obatan tertentu ditarik dari peredaran.

Obat-obatan tersebut diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals dan Marion Biotech di India, yang masing-masing dikaitkan dengan kematian di Gambia dan Uzbekistan.

WHO juga mengeluarkan peringatan tahun lalu bagi obat-obat batuk sirup buatan empat produsen Indonesia, yaitu PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical, PT Konimex dan PT AFI Pharma, yang dijual di negeri itu.

Keempat perusahaan itu telah membantah produk mereka terkontaminasi atau menolak berkomentar saat penyelidikan berlangsung.

WHO menegaskan kembali seruannya agar produk-produk tersebut ditarik dari peredaran dan meminta negara-negara memastikan bahwa obat yang dijual disetujui oleh otoritas yang berkompeten.

Organisasi kesehatan itu juga meminta para pemerintah dan regulator mengerahkan sumber daya mereka untuk mengawasi produsen, meningkatkan pemantauan pasar dan mengambil tindakan jika diperlukan.

WHO meminta produsen obat untuk hanya membeli bahan baku dari pemasok yang memenuhi syarat, menguji produk mereka lebih menyeluruh, dan menyimpan catatan proses produksi.

Pemasok dan distributor harus memeriksa tanda-tanda pemalsuan dan hanya mendistribusikan atau menjual obat yang telah mendapat izin untuk digunakan, kata WHO. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: SirupWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.