• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pakistan Terancam Jadi Negara Bangkrut Seperti Sri Lanka

by Redaksi Asiatoday
January 26, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pakistan Alami Pemadaman Listrik secara Nasional

Suasana di Kota Islamabd, Pakistan. Tangkapan layar

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negeri Pakistan kini menghadapi situasi pelik akibat krisis.

Negeri itu bahkan diproyeksi akan menjadi negara kedua di Asia yang mengalami kebangkrutan seperti Sri Lanka.

Proyeksi itu muncul menyusul terjadinya pemadaman listrik secara nasional yang berimbas pada jutaan penduduk. Setidaknya 220 juta warga Pakistan terkena pemadamam listrik pada Senin (23/1/2023). Pemadaman ini pun menjadi yang paling luas sejak 2021.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Akibatnya, aktivitas masyarakat di sebagian kota pun lumpuh. Pekerjaan hingga keseharian masyarakat pun ikut lumpuh karena tak ada generator untuk diandalkan.

Adapun krisis yang terjadi di Pakistan ini terjadi akibat lonjakan tegangan yang terjadi. Analis mengatakan situasi ini diakibatkan adanya kekurangan sumber daya untuk menggerakan pembangkit milik seperti minyak dan gas.

Di sektor ini, Pakistan memiliki utang yang sangat besar sehingga tidak mampu berinvestasi dalam infrastruktur dan saluran listrik.

Selain utang yang semakin membesar, Pakistan juga mengalami situasi krisis devisa. Pada awal Januari, Bank Negara Pakistan dilaporkan hanya memiliki devisa sebesar US$ 4,34 miliar (Rp 64 triliun) yang mana ini hanya akan mencukupi kebutuhan impor selama tiga minggu kedepan.

“Penurunan devisa tersebut disebabkan pelunasan pinjaman komersial sebesar US$ 1 miliar kepada dua bank yang berbasis di Uni Emirat Arab,” tulis Financial Post.

Di sisi lain, terjadi degradasi nilai mata uang terhadap dollar AS selama empat minggu terakhir. Rupee Pakistan melemah hingga 2,21% terhadap dollar AS.

Krisis ini pun membuat pemerintah negara untuk melakukan beberapa penutupan pusat perbelanjaan dan pasar. Negara ini pun masih dalam pemulihan setelah diterjang banjir dahsyat pada tahun lalu, yang menyebabkan kerusakan besar hingga USD40 miliar (Rp624 triliun) di negara tersebut. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Krisis EkonomiPakistanSri Lanka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.