• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Survei Pola Perjalanan Luar Negeri Antara Asia Pasifik, Eropa dan Amerika Utara

by Redaksi Asiatoday
January 27, 2023
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presiden Jokowi Sahkan Perjanjian Penerbangan Indonesia-Turki

Aktivitas Penerbangan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID. TOKYO – GMO Research melakukan survei perjalanan luar negeri pada kuartal terakhir tahun 2022 untuk memahami perbedaan pola perjalanan antara Eropa, Amerika Utara, dan wilayah Asia Pasifik.

Survei ini dilakukan di jaringan panelnya dengan 3.000 responden di enam negara, yaitu Amerika, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, dan Australia.

GMO Research pernah mengadakan survei1 yang sama pada bulan Oktober 2022 melalui ASIA Cloud Panel2 dengan target 3.328 monitor di 10 negara dan wilayah Asia.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Eropa dan A.S. tetap menjadi tempat tujuan populer di kalangan responden.

Tiga negara teratas yang paling menarik bagi responden dari Amerika Utara untuk dikunjungi kelak adalah: Italia (10,5%), Inggris (9%), Australia dan Jepang (keduanya sama-sama 6.8%).3

A.S. adalah tempat tujuan populer bagi masyarakat Eropa dan responden di Asia Pasifik. Responden dari Eropa juga menyebutkan preferensi tempat tujuan di wilayah mereka, terutama Spanyol (9,3%) dan Italia (7,7%).

Responden dari Asia Pasifik juga menyebutkan preferensi tempat tujuan regional, yaitu Jepang (20,3%) dan Korea Selatan (6,6%). (Bagan 1)

Setiap negara yang memilih A.S. sebagai tempat tujuan perjalanan memiliki alasan paling umum: ‘banyak tempat wisata (25,4%)’, ‘pengalaman budaya yang unik (13,5%)’ dan ‘pemandangan alamnya (9,9%).’

Sebagai perbandingan, responden ingin mengunjungi Italia karena menawarkan ‘makanan/minuman tradisional (29%)’, ‘pengalaman budaya yang unik (24,2%)’, dan ‘bangunan/situs bersejarah (12,6%)’. Sejumlah besar responden memilih Spanyol untuk dikunjungi di kemudian hari karena alasan ‘resor pantai’ (36,1%). (Bagan 2)

Frekuensi perjalanan

Di tahun mendatang, mayoritas responden di Amerika Utara (63,1%), Eropa (69,4%) dan Asia Pasifik (56,9%) berencana pergi ke luar negeri setidaknya satu kali.

Secara khusus, 30-40% responden di Inggris, Jerman, Prancis dan Kanada berencana pergi ke luar negeri setidaknya dua kali, menandakan kemauan yang kuat untuk bepergian (Bagan 3).

Namun sebagai perbandingan, sebagian besar responden di Jepang (88,6%) dan Indonesia (73,2%) belum memiliki rencana bepergian ke luar negeri, menandakan bahwa banyak orang di Asia masih berhati-hati untuk melakukannya.

Sumber informasi tentang perjalanan ke luar negeri

Ketika mengumpulkan informasi tentang perjalanan ke luar negeri, ‘pencarian di Internet’ dan ‘dari mulut ke mulut dari teman/kenalan’ muncul sebagai sumber paling lazim di semua negara. ‘Blog wisata’ dan ‘agen perjalanan online’ juga sering digunakan.

Namun penggunaan ‘SNS’ (Layanan Jejaring Sosial/media sosial) sebagai sumber informasi adalah bervariasi, di mana sejumlah besar responden di Jepang, China, Korea Selatan, Hong Kong, Indonesia, Thailand, Jerman, dan Prancis mengutip ‘SNS’ sebagai sumber, dibandingkan persentase responden yang relatif sedikit di Amerika Utara. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: GMO ResearchIndustri PariwisataIndustri Perjalanan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.