• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

UNHCR: 5,3 Juta Orang Kehilangan Tempat Tinggal di Suriah

by Redaksi Asiatoday
February 11, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
UNHCR: 5,3 Juta Orang Kehilangan Tempat Tinggal di Suriah

Para petugas penyelamat mencari korban selamat di antara reruntuhan bangunan yang hancur di area permukiman Karm al-Jabal di Kota Aleppo, Suriah utara. Foto: Xinhua

ASIATODAY.ID, JENEWA – Diperkirakan 5,3 juta orang di Suriah kemungkinan telah kehilangan tempat tinggal akibat gempa bumi yang melanda negara itu dan Turkiye awal pekan ini, seperti diungkapkan seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (10/2).

Sivanka Dhanapala, Perwakilan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di Suriah, dalam konferensi pers melalui tautan video dari Damaskus mengatakan, “Kami baru saja mendapatkan perkiraan awal bahwa 5,37 juta orang yang terdampak gempa akan membutuhkan bantuan tempat penampungan di seluruh Suriah. ”

“Itu jumlah yang sangat besar dan terjadi pada populasi yang sudah mengalami pengungsian massal,” imbuhnya.

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Dia mengatakan bahwa UNHCR saat ini berfokus pada penyediaan tempat penampungan dan berbagai barang bantuan untuk memastikan pusat-pusat pengungsi memiliki fasilitas yang memadai, seperti tenda, terpal plastik, selimut termal, alas tidur, dan pakaian musim dingin.

“Bagi Suriah, ini merupakan krisis di dalam krisis. Kami mengalami guncangan ekonomi, COVID, dan saat ini berada di puncak musim dingin, dengan badai salju mengganas di area-area yang terdampak,” ungkapnya.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa staf lokal PBB tidur di luar rumah mereka karena khawatir dengan kerusakan struktural rumah mereka.

“Ini hanyalah sebuah mikrokosmos dari apa yang terjadi di seluruh area yang terdampak,” tuturnya.

Catharina Boehme, seorang pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada konferensi pers Jumat mengatakan bahwa situasinya sangat menyedihkan, dan berpacu dengan waktu.

Dia mengatakan bahwa Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dijadwalkan bertemu dengan mitra-mitra lokal dan warga yang terdampak di Aleppo pada Jumat.

Menurut pejabat itu, WHO telah mengirimkan pasokan medis dan alat bedah ke 16 rumah sakit di Suriah barat laut.

“WHO telah mengucurkan sekitar US$3 juta (1 dolar AS = Rp15.120) dari dana daruratnya, tetapi masih dibutuhkan lebih banyak lagi,” ujarnya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Tags: SuriahUNHCR
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.