• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

3 Tahun Kerja Sama Reformasi Regulasi Indonesia-Inggris, Apa Hasilnya?

by Redaksi Asiatoday
February 23, 2023
in Forum
Reading Time: 3 mins read
A A
0
3 Tahun Kerja Sama Reformasi Regulasi Indonesia-Inggris, Apa Hasilnya?

Diskusi panel bertema “Tiga Tahun Implementasi Reformasi Regulasi untuk Meningkatkan Ekosistem Investasi dan Kegiatan Usaha di Indonesia: Peluang & Tantangan”. Dok Ekon

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Inggris telah bekerja sama dalam reformasi regulasi sejak 2019.

Salah satu yang menjadi fokusnya, terkait reformasi perizinan guna mendorong penyederhanaan persyaratan dan pemrosesan untuk perizinan usaha sekaligus mendorong pelayanan publik yang berkualitas.

Adanya reformasi perizinan berusaha ini juga diharapkan dapat mendukung pemangkasan rantai birokrasi dalam hal perizinan yang akan menunjang kemudahan berusaha.

RelatedPosts

UNFPA Partners with Guardian Girls Indonesia and the Japan Foundation on SEA-WCD

ADB President Calls for Collective Resilience Amid Economic Uncertainty

Senior Agriculture Officials Meet as Asia-Pacific Faces Mounting Pressures on Food Security

Kemudahan berusaha ini diharapkan dapat mendorong peningkatan realisasi investasi, dimana Pemerintah Indonesia pada tahun 2023 menargetkan realisasi investasi dapat mencapai Rp 1.250 – 1.400 Triliun.

Sebagai sebuah perjalanan panjang, reformasi perizinan berusaha membutuhkan implementasi yang sistematis, harmonisasi peraturan, penyesuaian pelaksanaan proses perizinan usaha baru dan perubahan pemahaman konsep dan peningkatan kapasitas terkait implementasi Perizinan Usaha Berbasis Risiko.

Beberapa program kerja sama bersama Pemerintah Inggris antara lain asistensi teknis dalam perumusan kebijakan perizinan berusaha berbasis risiko, serta penyempurnaan pelaksanaan pengawasan berbasis risiko di lapangan, di samping benchmarking pelaksanaan perizinan dan pengawasan berbasis risiko dari Pemerintah Inggris.

Kerja sama Indonesia dan Inggris dalam reformasi regulasi selama tiga tahun ini pun diakhiri dengan peluncuran video materi pembelajaran mandiri untuk perizinan usaha berbasis risiko, Selasa (21/02), di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Secara paralel juga diselenggarakan diskusi panel bertema “Tiga Tahun Implementasi Reformasi Regulasi untuk Meningkatkan Ekosistem Investasi dan Kegiatan Usaha di Indonesia: Peluang & Tantangan”.

“Pemerintah Indonesia menyadari bahwa implementasi kebijakan perizinan usaha berbasis risiko, persyaratan dasar dan persyaratan investasi masih menghadapi berbagai kendala dan tantangan, baik dalam hal sinkronisasi regulasi perizinan usaha, penyempurnaan sistem Online Single Submission (OSS). Selanjutnya, terdapat pula permasalahan dalam pelaksanaan pemeriksaan berbasis risiko, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah, dan peningkatan pemahaman publik yang memadai atas kebijakan Berbasis Risiko,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, dikutip Kamis (23/2/2023).

Kerjasama antara Kemenko Perekonomian dan Pemerintah Inggris berperan sangat penting dalam menyukseskan reformasi regulasi dalam upaya meningkatkan ekosistem investasi dan kemudahan berusaha di Indonesia, serta berharap kerjasama yang baik dapat terus dikembangkan untuk lebih mendorong kemudahan berusaha dan iklim investasi yang baik di Indonesia.

“Pemerintah Inggris telah bekerja selama bertahun-tahun untuk menciptakan lingkungan peraturan dimana bisnis dapat berinvestasi dan berkembang sambil melindungi warga negara dan lingkungan. Kami bertujuan untuk berbagi praktik terbaik di tingkat nasional dan regional, memperjelas dan mempermudah bisnis untuk mematuhi peraturan – memberikan manfaat terbesar bagi semua orang,” kata Chief Executive of the Office of Product Safety and Standards UK Department for Business and Trade Graham Russell.

Lebih lanjut Graham Russell menyampaikan bahwa pihaknya antusias untuk dalam membantu Pemerintah Indonesia memfokuskan perizinan usaha dan inspeksi untuk mengurangi risiko.

“Saya tahu bahwa ini berarti perubahan untuk setiap pejabat dan bisnis yang terlibat. Sangat menyenangkan melihat kemajuan yang luar biasa, perubahan sudah mulai meningkatkan jumlah start-up yang terdaftar secara signifikan dan seiring berjalannya implementasi, saya berharap akan meningkatkan pencapaian Pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan,” kata Graham Russell

Kemudian Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Matthew Downing dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Inggris telah mendapatkan reputasi internasional sebagai tempat yang baik untuk mendirikan dan mengembangkan bisnis karena lingkungan regulasi yang stabil dan dapat diprediksi, produk yang kompetitif, pasar tenaga kerja, dan sektor keuangan yang dinamis.

Regulasi sangat penting untuk berfungsinya ekonomi dan semua negara memerlukan lingkungan regulasi yang dapat diprediksi dan diterapkan secara konsisten sehingga bisnis memiliki keyakinan untuk berhasil.

Proyek reformasi regulasi Inggris-Indonesia ini bertujuan untuk membantu orang dan pelaku usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik bagi diri mereka sendiri.

“Kesuksesan proyek ini dimungkinkan melalui kemitraan kuat kami dengan Indonesia. Selama tiga tahun terakhir, kami telah bekerja sama secara erat untuk dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, memodernisasi strategi kami, meringankan beban regulasi, dan memangkas birokrasi. Saya sangat senang merayakan pencapaian luar biasa ini dengan mitra-mitra Indonesia kami,” pungkas Matthew Downing. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Kerjasama Indonesia-InggrisReformasi Regulasi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.