• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Inggris dan Uni Eropa Adopsi Kesepakatan Baru Pasca-Brexit “Windsor Framework”

by Redaksi Asiatoday
March 25, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Inggris dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Perdagangan Baru untuk Irlandia Utara

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak (kiri) dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (kanan) menghadiri konferensi pers gabungan di Windsor, Inggris, pada 27 Februari 2023. Foto: Xinhua/Downing Street

ASIATODAY.ID, LONDON – Sebuah kesepakatan baru yang bertujuan meredakan ketegangan perdagangan pasca-Brexit di Irlandia Utara secara resmi ditandatangani oleh Inggris dan Uni Eropa (UE) pada Jumat (24/3), demikian diumumkan para pihak terkait dalam sebuah pernyataan bersama.

Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly dan Wakil Presiden Komisi Eropa Maros Sefcovic menandatangani kesepakatan itu dalam pertemuan mereka di London. Menurut pernyataan bersama mereka, baik Inggris maupun UE mengambil “pendekatan positif” dan “menegaskan kembali niat mereka” untuk menggunakan kerangka kerja tersebut guna menyelesaikan masalah perdagangan di masa depan.

Isi kesepakatan baru yang dinamai “Kerangka Kerja Windsor” (Windsor Framework) tersebut difinalisasi pada akhir Februari lalu setelah negosiasi panjang. Kesepakatan itu bertujuan untuk meredam isu-isu perdagangan yang ditimbulkan oleh kesepakatan pendahulunya, Protokol Irlandia Utara, yang memberlakukan pemeriksaan perbatasan pada barang-barang asal Inggris yang tiba di Irlandia Utara.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Sebagai elemen sentral dari kesepakatan baru itu, “Rem Stormont” (Stormont Brake), yang namanya diambil dari nama Majelis Irlandia Utara, dimaksudkan untuk memberi anggota parlemen Irlandia Utara lebih banyak suara atas aturan UE yang akan diterapkan di kawasan tersebut.

Meski partai-partai politik Irlandia Utara sebagian besar mendukung kerangka kerja tersebut, Partai Unionis Demokratik (Democratic Unionist Party/DUP) mempertanyakan cara “Rem Stormont” akan bekerja. Sebagai tanda protes, partai tersebut menolak untuk bergabung dalam pembagian kekuasaan pemerintahan di Stormont selama lebih dari setahun, sehingga merusak stabilitas politik. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BrexitInggrisUni EropaWindsor Framework
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.