• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

ASEAN harus Bergerak Atasi Kesenjangan Akses Finansial Bagi UMKM

by Redaksi Asiatoday
March 29, 2023
in Forum
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kenaikan Harga Batubara dan Nikel akan Berlanjut Tahun Ini

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati. Dok Kemenkeu

ASIATODAY.ID, BADUNG – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani mengungkapkan akses finansial masyarakat di negara-negara ASEAN masih sangat rendah.

Karena itu, inklusi keuangan masih menjadi tantangan utama bagi perekonomian di banyak negara ASEAN, terutama dalam hal mengikutsertakan keterlibatan dan partisipasi dari Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam acara High Level Dialogue on Promoting Digital Financial Inclusion and Literasi for MSMEs, yang merupakan rangkaian dari ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM) di Bali.

RelatedPosts

UNFPA Partners with Guardian Girls Indonesia and the Japan Foundation on SEA-WCD

ADB President Calls for Collective Resilience Amid Economic Uncertainty

Senior Agriculture Officials Meet as Asia-Pacific Faces Mounting Pressures on Food Security

“Sejumlah negara ASEAN masih mencatatkan indeks inklusi keuangan yang rendah, yang secara relatif menunjukkan bahwa kesenjangan masih sangat besar di antara negara-negara di kawasan ASEAN,” ujarnya di Bali, Rabu (29/3/2023).

Berdasarkan data Global Finance Index 2021 yang dirilis World Bank, Kamboja mencatatkan tingkat inklusi keuangan terendah di ASEAN, yaitu sebesar 33 persen, sedangkan tingkat tertinggi dicatatkan oleh Singapura sebesar 98 persen.

Menurutnya, inklusi keuangan bagi UMKM menjadi salah satu agenda prioritas yang paling penting dalam ekonomi ASEAN, termasuk di Indonesia.

Pengembangan ekosistem digital dalam konteks pemberdayaan UMKM juga diharapkan dapat mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan menciptakan kesetaraan.

“Mendorong inklusi dan literasi keuangan bagi UMKM di ASEAN merupakan langkah yang tidak dapat ditawar lagi dan merupakan bagian penting dari kerangka ekonomi digital ASEAN,” katanya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan pesatnya digitalisasi di bidang keuangan dan sistem pembayaran tentunya akan turut mendorong inklusi keuangan, sehingga dapat memperluas akses terhadap layan yang akan meningkatkan kapasitas bagi UMKM.

Melalui digitalisasi, UMKM juga dapat lebih mudah mengakses data secara digital dan memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan bisnis mereka guna menjangkau pasar yang lebih luas. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: AseanIndustri UMKM
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.