• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Putin: Hubungan Rusia-AS berada dalam “Krisis yang Serius”

by Redaksi Asiatoday
April 6, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Putin: Hubungan Rusia-AS berada dalam "Krisis yang Serius" 1

Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dok Kremlin

ASIATODAY.ID, MOSKOW – Hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) sedang mengalami “krisis yang serius,”. Demikian disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (5/4).

Putin mengomentari kondisi hubungan Rusia-AS dalam sebuah upacara yang dalam kesempatan itu dirinya menerima surat kepercayaan dari 17 duta besar negara-negara asing yang baru saja dilantik.

“Hubungan antara Rusia dan AS … sedang menghadapi krisis yang serius,” ujar sang presiden, seraya menambahkan bahwa krisis tersebut berakar pada “pendekatan yang berbeda secara fundamental terhadap pembentukan tatanan dunia modern.”

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Putin menegaskan bahwa keamanan global sangat bergantung pada hubungan kedua negara, dan bahwa AS pada dasarnya bertanggung jawab atas krisis Ukraina dan memburuknya hubungan bilateral dengan Rusia.

Putin mengatakan bahwa Rusia mendukung pembangunan hubungan dengan AS jika hal tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip kesetaraan, menghormati kedaulatan, dan nonintervensi dalam urusan internal masing-masing.

Presiden Rusia itu juga mengomentari hubungan antara Rusia dan Uni Eropa (UE) yang menegang.

Putin mengatakan bahwa UE saat ini tidak lagi bertujuan mengembangkan kerja sama ekonomi dan mendorong integrasi di benua Eropa, melainkan berfokus pada “memicu konfrontasi geopolitik dengan Rusia.”

Putin mengungkapkan harapan bahwa pada akhirnya akan mungkin membangun hubungan dengan UE, dan “logika kerja sama timbal balik” akan berlaku. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Amerika SerikatRusiaVladimir Putin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.