• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Angka Pernikahan di China Turun Tajam

by Redaksi Asiatoday
June 12, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pasien Covid-19 di China Membludak, Rumah Sakit Mulai Menyerah

Mobilitas sosial di China tetap tinggi di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi. Getty Images

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Angka pernikahan di China menurun tajam ke level terendah selama 2022, setelah dilakukan pencatatan berdasarkan laporan pada Minggu (11/6/2023).

Outlet berita lokal Yicai melaporkan, menurunnya jumlah pernikahan selama satu dekade terakhir mungkin juga dipengaruhi oleh penguncian wilayah yang ketat karena Covid-19.

Menurut data yang dipublikasikan di situs Kementerian Urusan Sipil, hanya 6,83 juta pasangan yang menyelesaikan pendaftaran pernikahanya pada tahun lalu. Kementerian itu menyatakan bahwa jumlah pernikahan di negara itu turun sekitar 800.000 dari tahun sebelumnya, seperti dilansir dari CNA, pada Senin (12/6/2023).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Penurunan jumlah pasangan yang menikah ini menyusul aturan pembatasan pandemi yang membuat puluhan juta orang terkunci di rumah atau kompleks selama berpekan-pekan pada tahun lalu.

Otoritas di negara itu berusaha menangani penurunan tingkat kelahiran dan penurunan populasi tersebut.

Populasi China turun untuk pertama kalinya dalam 6 dekade pada 2022. Penurunan yang diperkirakan akan menandai dimulainya periode panjang penurunan jumlah warga yang terdampak bagi ekonominya dan dunia.

Adapun tingkat kelahiran China menjadi 6,77 kelahiran per 1.000 orang pada tahun lalu, rekor terendah, dari 7,52 pada 2021.

Ahli demografi memperingatkan China akan menjadi tua sebelum menjadi kaya, karena tenaga kerjanya menyusut dan pemerintah daerah berhutang membelanjakan lebih banyak untuk populasi lansia di negaranya.

China berupaya mendorong pernikahan dan meningkatkan angka kelahiran yang terjadi penurunan di negaranya, dengan meluncurkan proyek percontohan di lebih dari 20 kota untuk menciptakan budaya pernikahan dan melahirkan “era baru” pada bulan lalu.

Sementara itu, beberapa provinsi di negara itu juga memberikan perpanjangan cuti pernikahan berbayar bagi para pengantin baru. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.