• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Hilirisasi Nikel di Indonesia Hanya Untungkan China

by Redaksi Asiatoday
June 21, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presiden Jokowi Diminta Hentikan Hilirisasi Mineral, Ada Apa?

Hasil produksi nikel PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk bahan baku baterai kendaraan listrik. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hilirisasi Nikel di Indonesia kembali menjadi sorotan.

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, meminta Pemerintah segera mengevaluasi total program hilirisasi nikel yang berlangsung selama ini.

Menurutnya, program ini hanya menguntungkan investor asing terutama China tapi merugikan Indonesia.

RelatedPosts

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Mulyanto menegaskan, produk smelter berupa NPI ini mendapat banyak insentif. Mulai dari pembelian bijih nikel yang jauh di bawah harga internasional; bebas pajak PPN; mendapat tax holiday bebas PPH badan; bebas bea keluar atau pajak ekspor; kemudahan mendatangkan peralatan-mesin termasuk barang bekas pakai; kemudahan mendatangkan Tenaga Kerja China, dan lain-lain.

“Pemerintah harus mengevaluasi program hilirisasi nikel secara habis-habisan agar program ini tidak sekedar menguras sumber daya mineral kita. Lalu hanya menyisakan ampasnya untuk rakyat. Sementara yang menikmati keuntungan adalah pihak investor asing,” tegas Mulyanto, Rabu (21/6/2023).

Wakil Ketua Fraksi PKS ini menegaskan, Pemerintah harus dapat menjelaskan dengan gamblang berapa besar keuntungan penerimaan negara dari ekspor nikel setengah jadi seperti NPI dan Feronikel kepada masyarakat dan negara.

“Jangan-jangan kita malah nombok. Apalagi devisa yang dihasilkan juga ditengarai tidak masuk ke Indonesia tetapi di parkir di luar negeri dalam bentuk dolar. Sementara Pemerintah tidak terbuka terhadap data-data penerimaan negara atas hilirisasi nikel ini. Coba bandingkan dengan penerimaan negara dari bea keluar ekspor bijih nikel saat sebelum dilarang. Bisa jadi kita nombok,” tegas Mulyanto.

“Yang lebih mengenaskan lagi devisa (bukan penerimaan negara) dari ekspor tersebut ternyata tidak balik ke Indonesia, tetapi malah di parkir di luar negeri dalam bentuk dolar. Kalau demikian, maka inj bukan untung malah buntung,” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut Mulyanto, model kerja sama Indonesia-China dalam pengolahan nikel harus dievaluasi secara sungguh-sungguh dan transparan.

“Siapa sebenarnya yang lebih diuntungkan. Paling tidak kan harus win-win,” imbuhnya.

Dengan model kerjasama seperti sekarang, Mulyanto memperkirakan secara ekonomi negara nombok, karena terlalu banyak insentif yang diberikan. Belum lagi ekses sosial-politik keberadaan TKA dari Cina ini.

“Kasus bentrok antara TKA dan pekerja lokal yang menewaskan beberapa orang pekerja beberapa waktu lalu menjadi pelajaran berharga bagi kita,” tandasnya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Hilirisasi Nikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.