• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CULTURE

UNESCO Tetapkan Pidato Bung Karno Jadi Memori Kolektif Dunia

by Redaksi Asiatoday
June 22, 2023
in CULTURE
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pidato Bersejarah Soekarno di PBB Digagas Masuk Memory of the World UNESCO

Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Salah satu pidato Presiden Soekarno alias Bung Karno telah ditetapkan sebagai Memory of the World oleh UNESCO.

Pidato itu berjudul To Build the World A New (Membangun Tata Dunia Kembali) yang disampaikan Bung Karno di sidang PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) pada 63 tahun yang lalu.

“Beberapa hari lampau, UNESCO telah menetapkan pidato Bung Karno yang sangat monumental di depan sidang PBB pada 31 September 1960 sebagai dokumen sejarah. Dunia begitu mengagumi Bung Karno dan pemikiran Bung Karno. Dia bukan sekadar pemimpin bangsa Indonesia, tetapi pemimpin dunia,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah dalam acara Haul ke-53 Bung Karno di Masjid At-Taufiq Jakarta Selatan, Rabu (21/6/2023).

RelatedPosts

Lunar New Year Meets Betawi Roots: Cultural Fusion Lights Up Jakarta’s Heart

New Agreement Boosts Saudi-China Academic and Cultural Dialogue

Indonesia’s Minister of Culture Condemns Nickel Mining in Raja Ampat

Selain itu, nama Bung Karno juga banyak diabadikan oleh negara lain. Dia mencontohkan, sebuah jalan bernama Jl. Ahmed Soekarno di Kota Kairo, Mesir.

“Bangsa Mesir menghormati jasa-jasa Bung Karno karena menjadi inspirasi kemerdekaan bangsa Mesir. Bung Karno juga pernah berjasa menyelamatkan Universitas Al-azhar Kairo dari upaya pembubaran pada wakti itu,” jelas Wakil Ketua MPR ini.

Oleh sebab itu, lanjutnya, dunia sangat mengagumi sosok yang wafat tepat 53 tahun yang lalu itu atau 21 Juni 1970.

Basarah meyakini, berbagai gagasan proklamator kemerdekaan itu juga terus hidup. Meski sudah wafat lebih dari setengah abad yang lalu, namun banyak akademisi baik di dalam dan luar yang terus menulis tentang Bung Karno.

“Sudah 53 tahun lamanya Bung Karno wafat meninggalkan kita, tetapi rupanya kematian Bung Karno tidak berkaitan langsung dengan jasa-jasa baliau terhadap bangsa dan tanah air. Bung Karno adalah tokoh legendaris yang tidak lekang sejarah, 53 tahun lalu beliau wafat, tetapi namanya terus dibicarakan hingga hari ini,” ungkap Basarah.

Dalam acara Haul ke-53 Bung Karno itu, hadir juga Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (BMI) Hamka Haq dan Menko PMK Muhadjir Effendy. Sementara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hadir secara virtual.

Muhadjir juga sempat menyampaikan tausiah kebangsaan sekaligus testimoni Bung Karno. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: SoekarnoUNESCO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.