• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pemulihan Ekonomi China dalam Tahap Kritis

by Redaksi Asiatoday
July 7, 2023
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
WTO: Pertumbuhan Perdagangan Global akan Melambat 1,7 Persen pada 2023

Aktivitas terminal peti kemas di Pelabuhan Taicang, Provinsi Jiangsu, China timur. Foto: Xinhua

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China sedang berpacu untuk memulihkan ekonomi yang sedang terguncang.

Perdana Menteri China, Li Qiang mengatakan bahwa pemulihan ekonomi negeri itu berada dalam tahap kritis dan berjanji untuk tidak menyia-nyiakan waktu.

Li dalam pidatonya di sebuah seminar dengan peneliti mengatakan bahwa pemulihan China berada dalam tahap kritis.

RelatedPosts

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

“China berada pada tahap kritis pemulihan ekonomi dan peningkatan industri” jelasnya dikutip dari Bloomberg, Kamis (6/7).

Menurut Li, sejumlah langkah yang ditargetkan, komprehensif, dan terkoordinasi dengan baik harus segera diimplementasikan untuk menstabilkan pertumbuhan dan lapangan kerja sambil mencegah risiko.

Pernyataan ini sendiri sesuai dengan harapan dari para ekonom sektor swasta, dimana selama berminggu-minggu memprediksi bahwa China tidak akan melakukan stimulus secara total untuk mengatasi perlambatan ekonomi.

Dengan adanya beban utang di kalangan pemerintah lokal, para ekonom memproyeksikan langkah-langkah termasuk menurunkan biaya pinjaman dan memberikan kredit pajak yang ditargetkan.

Li kemudian berjanji untuk membentuk sistem komunikasi reguler antara pemerintah, sektor swasta dan perusahaan asing untuk meningkatkan proses pengambilan keputusan yang ilmiah.

Pada Rabu (5/7), Menteri Perdagangan China Wang Wentao juga diketahui mengadakan pertemuan dengan 12 perusahaan farmasi asing termasuk Pfizer dan Merck & Co. Hal tersebut dilakukan untuk memahami operasi mereka di China dan mencari saran untuk mengoptimalkan lingkungan bisnis bagi perusahaan asing. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.