• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ledakan Pabrik Uranium di Rusia, Paparan Radiasi Membuat Panik

by Redaksi Asiatoday
July 15, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ledakan Pabrik Uranium di Rusia, Paparan Radiasi Membuat Panik

Ledakan pabrik uranium Rusia. Ilustrasi Foto Sputnik

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pabrik uranium di wilayah Ural Rusia meledak, Jumat (15/7/2023), menewaskan seorang pekerja.

Pabrik ini merupakan produsen bahan dasar nuklir di Rusia yang berada di bawah naungan Rosatom.

Meledaknya pabrik Uranium yang berada di wilayah Ural Rusia memicu kepanikan akan dampak paparan radiasi uranium.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Adapun dampak dari paparan radiasi uranium bisa memicu berbagai jenis penyakit berbahaya seperti kanker dan lain sebagainya.

Sementara perusahaan nuklir negara Rosatom mengatakan pemicu ledakan terjadi setelah sebuah silinder yang berisi senyawa uranium habis pecah. Kendati demikian pihak pabrik masih mencari tahu penyebab utama dari ledakan tersebut.

Rosatom juga mengatakan tingkat radiasi di pabrik dan sekitarnya normal dan kejadian tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi orang yang tinggal di daerah tersebut.

“Kami sangat sedih mengumumkan insiden tragis di Pabrik Elektrokimia Ural, yang mengakibatkan kematian pekerja,” kata Rosatom dikutip dari Reuters.

Menurut laporan, pekerja itu meninggal karena “cedera mekanis” yang disebabkan oleh pecahnya wadah uranium hexafluoride, senyawa kimia yang digunakan dalam pengayaan uranium.

Rosatom, yang memiliki pabrik tersebut, mengatakan bentuk senyawa yang habis itu kurang radioaktif dibandingkan uranium alami. Sedangkan evakuasi terhadap staf lain dilakukan dengan pemeriksaan medis dan sebagian besar telah dipulangkan setelah menjalani prosedur dekontaminasi.

“Tidak ada bahaya apa pun bagi penduduk kota Novouralsk atau staf pabrik,” kata wakil manajer produksi pabrik, Yuri Mineyev.

Uranium dari pabrik ini digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir dan merupakan yang terbesar dari jenisnya di dunia. Penyebab insiden itu sedang diselidiki, katanya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: RusiaUranium
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.