• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

YLKI Desak Perlindungan Dokter di Area Konflik

by Redaksi Asiatoday
September 30, 2019
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dialog Gagal Dibangun, 22 Jiwa Melayang di Papua

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak semua pihak untuk melindungi dokter dalam situasi serta kondisi apapun sehingga bisa menjalankan tugas kemanusiaannya dengan nyaman, aman dan selamat.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyusul tewasnya seorang dokter Soeko Marsetiyo, 53 tahun, asal Yogyakarta dalam kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua.

Menurut Tulus, profesi dokter seharusnya mendapatkan jaminan keamanan yang paling tinggi, baik dari aparat keamanan dan masyarakat.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Demi tugas kemanusiaan dan dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan dasar di daerah terpencil dan dserah konflik sekalipun, seharusnya semua pihak dilarang melakukan tindakan apapun yang mengancam keselamatan dan jiwa dokter,” ujar Tulus dalam keterangan tertulis, Senin (30/9/2019).

Kejadian tewasnya dokter Soeko akan menjauhkan masyarakat Wamena untuk mengakses jasa dokter. Para dokter diperkirakan akan malas datang ke daerah terpencil dan memiliki potensi konflik yang tinggi.

“Ini karena tidak ada jaminan keamanan dan keselamatan atas dirinya. Hal seperti ini akan sangat merugikan bagi kepentingan masyarakat sebagai pasien, dan kesehatan masyarakat menjadi taruhannya,” kata Tulus.

Seperti diketahui, dua puluhan orang tewas dan ribuan orang mengungsi akibat kerusuhan di Wamena, Papua. Di samping itu, fasilitas publik juga banyak yang rusak di wilayah itu. Kerusuhan Wamena diduga disebabkan oleh beredarnya kabar bohong atau hoaks mengenai guru yang mengucapkan kata-kata bernada rasisme di sekolah. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: PapuaYLKI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.