• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Malaysia dan India Protes Keras China soal Klaim Wilayah

by Redaksi Asiatoday
August 31, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Negara di ASEAN tak akan Pernah Akui Klaim China di Laut China Selatan

Pulau buatan China di Laut China Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China pada awal pekan ini merilis “peta standar” yang mencakup klaim sepihaknya atas Laut China Selatan dan wilayah lain. Malaysia dan India menyampaikan keberatan.

“Malaysia tidak mengakui klaim China di Laut Cina Selatan, sebagaimana dituangkan dalam ‘Peta Standar China Edisi 2023’ yang mencakup wilayah maritim Malaysia,” kata Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam pernyataannya, Rabu, 30 Agustus 2023.

Malaysia menilai masalah Laut China Selatan sebagai masalah yang “kompleks dan sensitif”. Namun, perselisihan tersebut harus “ditangani secara damai dan rasional melalui dialog” berdasarkan hukum internasional.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Kuala Lumpur juga mengatakan pihaknya mendukung pembuatan Kode Etik atau Code of Conduct yang mencakup sengketa maritim yang sedang dinegosiasikan oleh negara-negara Asia Tenggara.

China mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan, meskipun pengadilan internasional pada 2016 memutuskan bahwa hak tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Malaysia, Filipina, Vietnam dan Brunei juga memiliki klaim yang tumpang tindih di beberapa bagian laut tersebut. Amerika Serikat mengirimkan kapal angkatan laut melalui wilayah tersebut untuk menegaskan kebebasan navigasi di perairan internasional.

Negeri Jiran mengatakan wilayah Laut China Selatan yang diklaimnya berada di utara pulau Kalimantan – lima fitur maritim di rangkaian pulau Spratly – termasuk dalam zona tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan pengembangan pulau-pulau buatan dan melengkapi beberapa pulau dengan fasilitas militer dan landasan pacu. Kuala Lumpur memanggil utusan Beijing pada 2021 setelah kapal Cina memasuki zona ekonomi eksklusifnya.

Negara-negara Asia Tenggara lainnya juga menuduh kapal-kapal China mengganggu kapal penangkap ikan mereka.

Sementara India telah mengajukan protes resmi melalui saluran diplomatik soal mengklaim kepemilikan Arunachal Pradesh dan wilayah Aksai Chin di Ladakh timur.

Pada Selasa, 29 Agustus 2023, Menteri Luar Negeri India S Jaishankar dengan singkat menolak “peta” baru Cina.

“China telah mengeluarkan peta dengan wilayah (yang) bukan milik mereka. (Ini adalah) kebiasaan lama. Pemerintah kami sangat jelas tentang apa yang terjadi  wilayah kita,” kata Jaishankar saat wawancara dengan NDTV.

Menanggapi keberatan India, China menyebut langkahnya sebagai “pelaksanaan kedaulatan yang normal sesuai dengan hukum”.

Wang Xiaojian, juru bicara Kedutaan Besar China di India, menyampaikan rincian penjelasan juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin.

“Kami berharap pihak-pihak terkait tetap obyektif dan tenang, serta menahan diri untuk tidak menafsirkan masalah ini secara berlebihan,” kata Wang Wenbin. (Strait Times/NDTV)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.