• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Xi Jinping : Siapapun yang Ingin Memecah China akan Hancur

by Redaksi Asiatoday
October 14, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Xi Jinping : Siapapun yang Ingin Memecah China akan Hancur

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Krisis politik akibat demonstrasi yang masih terus berlangsung di Hong Kong selama 4 bulan terakhir, direspon serius oleh Presiden China, Xi Jinping.

Xi memperingatkan seluruh pihak yang ingin berupaya memecah-belah negaranya akan hancur berkeping-keping.

Peringatan itu diutarakan Xi saat berkunjung ke Nepal.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Siapa pun yang mencoba memisahkan wilayah China manapun akan binasa, dengan tubuh dan tulang mereka hancur menjadi berkeping-keping,” tegas Xi Minggu (13/10/2019) kemarin.

“Setiap pihak asing yang mendukung perpecahan China dianggap sebagai delusi atau khayalan oleh masyarakat Tiongkok,” Xi menambahkan.

Meski tak menyebutkan nama daerah atau negara, pernyataan Xi itu muncul tak lama setelah bentrokan kembali terjadi antara pedemo dan aparat kepolisian Hong Kong pada akhir pekan lalu.

China menuding “kekuatan asing” menyulut demonstrasi di Hong Kong selama ini yang dipicu oleh protes warga terhadap Rancangan Undang-Undang Ekstradisi. RUU itu memungkinkan aparat Hong Kong mengekstradisi seluruh tahanan ke China, sebuah langkah yang dinilai warga Hong Kong semakin membungkam kebebasan.

Dikutip AFP, Senin (14/10/2019), ancaman Xi juga terlontar ketika hubungan China dengan Taiwan yang terus berupaya memerdekakan diri semakin panas.

Taiwan telah memisahkan diri dari China sejak perang sipil pada 1949 lalu. Namun, China memandang Taiwan masih sebagai wilayah kedaulatannya dalam kebijakan “Satu China”.

Sejak Taiwan dipimpin oleh Presiden Tsai Ing-wen pada 2016, relasi Taipei dan Beijing terus merenggang. Tsai berkeras ingin Taiwan lepas dari China meski Xi mengancam akan melakukan tindakan apa pun, termasuk mengerahkan pasukan untuk mencegah hal itu terjadi. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: ChinaHong Kong RevolutionUnjukrasa Hong KongXi Jinping
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.