• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Siap Tampung Gelontoran Dana Fantastis China dan Hong Kong

by Redaksi Asiatoday
October 17, 2019
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Siap Tampung Gelontoran Dana Fantastis China dan Hong Kong

Dana asing di Indonesia. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan skema pengelolaan dana yang akan digelontorkan oleh negara mitra. Pasalnya, sejumlah negara diklaim akan mengucurkan dana dengan nilai fantastis ke Indonesia.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Hong Kong tertarik untuk menyimpan uang di Indonesia menyusul krisis politik di Hong Kong yang sedang genting.

Luhut mengatakan, Indonesia jadi pilihan karena bila menyimpan uang ke Singapura, Hong Kong merasa gengsi karena negara itu adalah kompetitor mereka.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

“Hong Kong mau datang, mereka tanya apa bisa kami bawa duit kami ke Indonesia daripada ke Singapura, karena Singapura itu kompetitor kami. Hongkong itu uncertainty, mereka sudah 4 bulan uncertain,” kata Luhut saat menghadiri MoU SPKLU PLN, di Gedung BPPT, Rabu (16/10/2019).

Nilai dana yang akan disimpan Hong Kong sangat besar, sekitar US$ 680 miliar atau setara dengan Rp 9.520 triliun.

“Mereka punya US$ 680 miliar di Hong Kong, dan mereka ingin pindah ke mana-mana,” jelas Luhut.

Luhut mengaku, setelah mendapatkan permintaan Hong Kong, ia langsung menghubungi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meminta holding tax bisa disesuaikan. Namun, dia mengingatkan jangan sampai jadi pencucian uang.

“Saya langsung telepon Gubernur Bank Indonesia, bisa nggak di holding tax dimainkan. Tapi harus hati-hati saya bilang, jangan sampai money laundring,” kata Luhut.

Bahkan, rencana ini juga sudah sampai di telinga Presiden Joko Widodo. Luhut mengaku sudah melapor ke presiden, dan menyebut hal ini menguntungkan.

“Saya sudah lapor Pak Presiden, dia tanya menguntungkan nggak, saya bilang menguntungkan lah Pak, buat apa kita tawar,” tandas Luhut.

Pendanaan Khusus

Pemerintah sedang menyiapkan skema pendanaan khusus (special fund) untuk perusahaan asal China yang ingin berinvestasi di Indonesia. Skema pendanaan tersebut khususnya disediakan bagi perusahaan yang ingin berinvestasi di sektor infrastruktur.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan pembahasan skema itu masih dalam tahap awal. Nantinya, akan ada lembaga yang mengurus pendanaan tersebut.

“Itu semacam pooling fund untuk infrastruktur di Indonesia,” jelas Bambang.

Selain China, Bambang menyebut pihaknya juga akan menyiapkan skema pendanaan khusus bagi investor asal Jepang dan Australia. Ini artinya pemerintah sedang menyiapkan skema untuk tiga negara.

“Ada beberapa yang kami jajaki. Skemanya, nanti dana dikumpulkan terus nanti negara-negara itu investasi. Jadi dikumpulkan dari berbagai investor,” jelas Bambang.

Nantinya, dana itu akan digunakan untuk membangun infrastruktur di dalam negeri. Proyek yang dimaksud khususnya yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Pendanaan khusus ini kata Bambang, akan dikelola oleh sebuah lembaga yang akan berada di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI.

“Lembaga bukan di Bappenas, Bappenas susun skemanya nanti lembaga diatur misalnya lewat PT SMI. Misalnya seperti itu, tapi ini masih tahap awal,” terang Bambang. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Kerjasama Indonesia - Hong KongKerjasama Indonesia-ChinaKerjasama Indonesia-Jepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.