• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Wisata Mangorove Segara Anakan, Rumah Bagi Flora dan Fauna Endemik

by Redaksi Asiatoday
October 27, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wisata Mangorove Segara Anakan,  Rumah Bagi Flora dan Fauna Endemik

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pertamina Refinery Unit IV Cilacap menanam lebih dari 1,2 juta pohon mangrove dalam kurun waktu 10 tahun terakhir di Cilacap. Pertamina konsisten menjaga kelestarian hutan mangrove di wilayah konservasi Laguna Segara Anakan, Dusun Lempong Pucung, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Saat ini, Segara Anakan menjelma menjadi kawasan wisata mangrove terlengkap di Indonesia dengan 46 jenis mangrove tersertifikasi dan lebih dari 50 jenis magrove telah teridentifikasi dengan aneka ragam flora dan fauna lainnya yang terdapat di kawasan ini.

Wisata Mangorove Segara Anakan, Rumah Bagi Flora dan Fauna Endemik 1
Wisata di pantai Segara Anakan. Ist

Menurut Unit Manager Comm, Rel & CSR RU IV Cilacap, Laode Syarifuddin Mursali, sejak tahun 2016 Pertamina bersama Kelompok Krida Wana Lestari mulai mengembangkan Arboretum Mangrove Kolak Sekancil (Konservasi Laguna Segara Anakan Cilacap) yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kelestarian hutan mangrove di wilayah Segara Anakan.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Pelestarian ekosistem mangrove Kolak Sekancil dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga keberadaan hutan mangrove ini tidak hanya untuk menjaga lingkungan tetapi juga memberikan pemberdayaan secara ekonomi kepada masyarakat,” kata Syarifuddin dalam siaran pers, Minggu (27/10/2019).

Selain dapat menjumpai beranekaragam jenis mangrove di kawasan wisata mangrove Kolak Sekancil, kawasan ini memiliki 64 jenis burung, 8 jenis mamalia dan 3 jenis reptil. Di sana juga terdapat juga 2 spesies flora dan 12 fauna dengan status konservasi tinggi.

Pertamina bersama masyarakat mengembangkan pembibitan berbagai jenis mangrove langka. Sehingga diharapkan akan lebih banyak jenis mangrove yang berhasil diselamatkan. Saat ini sudah mulai dilakukan pembibitan 4 jenis mangrove langka serta sudah ada 8 jenis mangrove tersertifikasi.

Wisata Mangorove Segara Anakan, Rumah Bagi Flora dan Fauna Endemik 2
Mangorove Segara Anakan. Ist

“Dengan hadirnya kawasan edu-wisata mangrove ini, kawasan ini mampu menyerap CO2 (karbon dioksida) sebesar 41.371.680 pon/tahun dan memproduksi Oksigen sebesar 224.096.600 pon/tahun. Bahkan limbah buah mangrove sekitar 95 ton per tahun dimanfaatkan para perajin batik di wilayah ini untuk pewarna alami. Jadi selain melestarikan alam, sekaligus juga meningatkan kesejahteraan masyarakat,” terang Laode.

Dampak kemandirian ekonomi sangat terasa, dengan hadirnya edu-wisata mangrove ini juga memberikan pendapatan kelompok pengelola yang kurang lebih 25% pendapatan rata-rata anggota sudah diatas UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten). Dalam tiga tahun terakhir, pendapatan kelompok meningkat dari Rp 114 juta pada tahun 2017 menjadi Rp 163 juta (2018) dan Rp 183 juta (2019) dengan rata – rata omzet lebih dari 20 juta per bulan. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Grand SagaraKawasan KonservasiMangorovePertaminaSegara AnakanWisata Konservasi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.