• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

10 Paus Pilot Mati Terdampar di Pantai Sabu Raijua

by Redaksi Asiatoday
July 30, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
10 Paus Pilot Mati Terdampar di Pantai Sabu Raijua

Paus jenis pilot atau Short-Finned Pilot Whale, ditemukan terdampar di pantai Lie Jaka, Kamis (30/7/2020).

ASIATODAY.ID, KUPANG – Kejadian Paus terdampar di pantai kembali terjadi di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.

Sedikitnya 11 ekor Paus jenis pilot atau Short-Finned Pilot Whale, ditemukan terdampar di pantai Lie Jaka, Kamis (30/7/2020).

“Dari hasil pemantauan visual, diketahui Paus-paus ini berjenis Paus pilot,” kata Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Ikram Sangadji saat dihubungi Kamis (30/7/2020).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Dikatakan, dari 11 Paus pilot yang terdampar, 10 diantaranya mati. Sedangkan satu lagi berhasil diselamatkan oleh warga dan nelayan setempat.

Ukuran Paus berkisar antara 2-7 meter. Dari 10 ekor yang mati, terdapat satu ekor Paus berukuran paling besar dan diduga merupakan pimpinan kawanan.

Menurut Ikram, Paus pilot merupakan satwa yang bergerak secara berkelompok sehingga ada kemungkinan jumlah paus yang terdampar akan terus bertambah.

“Penanganan sekarang sedang dilakukan penggalian lubang kubur oleh warga dan bangkai diamankan dengan cara diikat agar tidak kembali hanyut,” jelasnya.

Terkait banyaknya mamalia laut yang kerap terdampar di perairan NTT, Ikram menjelaskan hal itu karena pergerakan paus mengikuti arus yang membawa plankton-plankton ke wilayah pesisir.

“Karena keasyikan makan akhirnya mereka tak sadar air laut makin surut, sehingga susah untuk kembali lagi ke laut yang dalam. Belum lagi karena banyaknya luka akibat tergores karang saat berusaha kembali ke laut yang dalam,” urainya.

Kejadian ini tercatat yang kedua kalinya.
Tahun lalu, sebanyak 17 Paus Pilot juga terdampar di pesisir pantai Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Beberapa diantaranya mengalami kematian dan luka-luka, namun tiga diantaranya berhasil dilepaskan. (ATN)

10 Paus Pilot Mati Terdampar di Pantai Sabu Raijua 1
Paus Pilot Mati Terdampar di Pantai Sabu Raijua, 2019 lalu. Dok
Tags: Konservasi LautPaus PilotSave MarineSave OceanWisata Nusa Tenggara Timur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.