• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

IK-CEPA, Peluang Investasi dan Perdagangan Makin Tumbuh

by Redaksi Asiatoday
September 28, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekspor Indonesia Tetap Tumbuh Kuat di Tengah Risiko

Aktivitas ekspor Indonesia. Dok Kemenkeu

ASIATODAY.ID, JAKARTA – The Korea Trade Investment Promotion Agency (Kotra), Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, dan Kadin menyelenggarakan ‘Indonesia-Korea Future Industry Business Plaza 2022’ di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Kegiatan tersebut mencakup beberapa acara yakni Forum Kerja Sama Industri Masa Depan antara Indonesia dan Korea, pameran bisnis, dan pertemuan one on one meeting. Lebih dari 300 orang dari Indonesia dan Korea Selatan akan hadir.

Melalui penghapusan atau pengurangan tarif, kedua negara memiliki peluang yang sama untuk menjamin kelancaran rantai pasok barang.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Bagi Korea, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Korea (IK CEPA) menjadi instrumen untuk melakukan diversifikasi rantai pasok dan mengurangi ketergantungan ekspor impor dengan negara-negara kelompok G2 (Amerika Serikat dan China).

Selain itu, IK CEPA diharapkan mampu mendongkrak nilai perdagangan dan investasi bagi kedua negara di tengah ancaman resesi global.

Pasalnya, perjanjian ini menciptakan peluang-peluang baru melalui jaminan rantai pasok, merangsang pertumbuhan industri, dan melahirkan konsep ekonomi berkelanjutan.

Menurut Ekonom Korea Institute for Industrial Economics and Trade (KIET), Shin Yoonsung, pandemi COVID-19, perang dagang Amerika Serikat-China, dan konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina memicu resesi ekonomi global.

Gangguan rantai pasok dan kenaikan harga komoditas terutama di sektor energi dan pertanian berdampak kepada tingkat pertumbuhan inflasi di banyak negara, tak terkecuali Indonesia. Kenaikan inflasi yang tinggi berpotensi memicu pelemahan pertumbuhan ekonomi karena penurunan daya beli dan investasi.

“IK CEPA mampu memitigasi risiko perlambatan ekonomi melalui pertumbuhan ekspor impor dan investasi,” ujar Shin Yoonsung dalam acara Indonesia-Korea Future Industry Business Plaza 2022 (28/9/2022).

“Perjanjian ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam rantai pasok global melalui kekuatan ekspor,” tambah Shin.

Dalam IK CEPA, Korea Selatan mengeliminasi sebanyak 95,5% dari pos tarif yang mewakili 97,3% nilai impor dari Indonesia. Pada saat yang sama, Indonesia juga memangkas 93% pos tarif yang mewakili 97% impor dari Korea Selatan.

Indonesia merupakan salah satu mitra penting bagi Korea Selatan, khususnya di kawasan ASEAN. Nilai perdagangan Korea Selatan dan Indonesia tercatat sebesar USD 15,3 miliar untuk periode Januari hingga Juli 2022. Angka tersebut tumbuh 49,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni USD 10,2 miliar. Pencapaian tersebut membuat Indonesia menjadi negara ASEAN sebagai partner dengan nilai perdagangan terbesar kedua dengan Korea Selatan.

Pada sisi investasi, Indonesia memperoleh manfaat lain dari IK CEPA melalui pertumbuhan industri. Investasi dari Korea Selatan berperan penting untuk mengubah struktur industri di Indonesia dari padat karya menjadi padat teknologi.

Beberapa perusahaan-perusahaan Korea Selatan di beberapa sektor seperti besi baja, petrokimia, kendaraan listrik, dan baterai sekunder telah menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi mewujudkan kebijakan hilirisasi dan nilai tambah di Indonesia.

“Melalui IK CEPA, Korea Selatan berkomitmen untuk memperluas transfer teknologi dan menjalin kerja sama di bidang research and development untuk menciptakan inovasi” tandas Shin. (ATN)

Tags: IK-CEPAKerjasama Indonesia-Korea Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.