ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Perhubungan menawarkan proyek pengembangan infrastruktur kepada investor dengan nilai mencapai Rp2,39 triliun. Penawaran itu dilincurkan diajang Investor Gathering Proyek Perhubungan Darat.
Proyek tersebut yakni 20 proyek pembangunan terminal bus tipe A dengan total nilai Rp750 miliar dan pembangunan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor di Bekasi yang mencapai Rp1,64 triliun.
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, sejak 2018 Kemenhub tidak lagi hanya mengandalkan APBN untuk percepatan pemenuhan pelayanan masyarakat.
Namun, Kemenhub membuka ruang kerjasama melalui skema investasi dan tentu dalam hal ini sangat dibutuhkan bantuan swasta dalam memenuhi standar kebutuhan transportasi darat tersebut. Fasilitas tersebut, di antaranya terminal, jembatan timbang, dan dermaga.
Kemenhub sendiri sudah mengelola 128 unit terminal tipe A dan rencananya ada 40 terminal yang akan dikembangkan pada 2020.
“Terminal sedang kita dorong manakala terminal yang 20 unit sudah dianggarkan di APBN tahun 2020. Sekarang perencanaan, tadinya itu 40, karena cuma 20 unit yang pakai APBN berarti 20 sisanya terbuka untuk investasi swasta. Skemanya apakah kerja sama pemanfaatan (KSP) atau kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU),” terangnya, Rabu (31/7/2019).
Total investasi dari 20 terminal yang ditawarkan untuk swasta itu mencapai Rp750 miliar atau rata-rata investasi per terminalnya mencapai Rp37,5 miliar.
Saat ini, penawaran itu masuk tahap perencanaan dan pada 2020 langsung pembangunan dengan rencana lelang pada kuartal IV/2019. Dengan demikian, penandatanganan kontrak dapat dikejar mulai Januari 2020.
“Nantinya, setelah bangunan terminal dengan skema anggaran APBN, terkait pengelolaan itu bisa kita serahkan dengan swasta juga. Kita sudah bahas dengan Kementerian Keuangan, karena kalau pengelolaan kita bangun dengan penggunaan gabungan terminal, tempat tinggal, tempat hiburan, maka kita tidak punya tenaga banyak, makanya kerja sama dengan swasta,” paparnya.
Dikatakan, saat ini sudah ada Terminal Tipe A di Sukabumi yang siap dikerjasamakan dengan investor asal Batam yang akan mengkombinasikan fungsi terminal dengan hotel dan mal.
Tak hanya itu, Kemenhub juga menawarkan investasi pembangunan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor di Bekasi yang mencapai Rp1,64 triliun. Balai ini akan berfungsi menguji seluruh kendaraan yang akan diproduksi massal di Indonesia, termasuk kendaraan listrik.
“Kalau di Bekasi swastanya dari Korea, Jepang, China berminat, di Indonesia banyak Agen Pemegang Merek dari Jepang mungkin mereka berkepentingan juga,” tuturnya.
Untuk penjaminan investasi kata dia, Kemenhub menggandeng PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia untuk menjamin agar proses dan perkembangannya berjalan dengan baik. (Lis)
,’;\;\’\’
