• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Myanmar Klaim Berhasil Menyita Narkoba Terbesar di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
May 20, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Myanmar Klaim Masih Zero Kasus Covid-19

Negara Myanmar. Ist

ASIATODAY.ID, NAYPYIDAW – Kepolisian Myanmar mengklaim berhasil melakukan penyitaan terbesar narkotika di wilayah Asia Tenggara. Penyitaan ini meliputi lebih dari 200 juta pil metamfetamina, 500 kilogram sabu kristal, dan 300 kg heroin.

Seluruh narkoba itu disita dari sejumlah penggerebekan di negara bagian Shan. Sebanyak 33 orang juga ditangkap dari rangkaian operasi tersebut, yang digelar dalam periode antara Februari dan April.

Selama ini Myanmar diyakini sebagai salah satu sumber metamfetamina terbesar di dunia.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Para tersangka mengaku hendak menjual narkoba di dalam negeri dan beberapa negara tetangga,” kata Kolonel Zaw Lin dari agensi anti-narkotika Myanmar, melansir BBC, Selasa (19/5/2020).

Dalam beberapa penggerebekan, otoritas Myanmar juga berhasil menyita lebih dari 3.700 liter metilfentanil, sebuah cairan yang digunakan untuk membuat narkotika jenis opioid fentanil.

Fentanil 50 kali lebih kuat dari heroin, dan 100 kali lipat di atas morfin.

Secara rata-rata, berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sebanyak 130 warga Amerika Serikat meninggal akibat overdosis opioid pada setiap harinya.

Sebelumnya, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Arman Depari menyebut narkotika yang masuk ke Indonesia banyak berasal dari negara tetangga, termasuk Myanmar dan China. Narkotika jenis sabu menjadi yang paling sering masuk ke Indonesia.

Arman menjelaskan pola distribusi dari kedua negara itu sama. Barang transit di Malaysia sebelum masuk Indonesia.

BNN memprediksi ada seratus jaringan narkoba yang saat ini ‘bermain’ di Indonesia. Sindikat kecil dari negara lain pun ada. (ATN)

Tags: Asia TenggaraBNNMyanmarNarkoba
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.