• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

World Bank Skeptis dengan Presidensi G20 Mampu Hasilkan Resolusi Atasi Utang

by Redaksi Asiatoday
February 16, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
World Bank Group Siap Luncurkan Program Darurat Covid-19 Akhir April

Markas Kelompok Bank Dunia atau World Bank Group (WBG). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kepala Ekonom World Bank, Carmen Reinhart mengaku skeptis dengan Presidensi G20 Indonesia yang dapat menghasilkan resolusi jangka pendek untuk membantu negara-negara mengatasi utang.

World Bank justru mengingatkan adanya potensi bahaya lonjakan utang di banyak negara seiring dengan naiknya suku bunga. Kenaikan ini akan memberikan lebih banyak tekanan kepada peminjam khususnya negara miskin.

“Penundaan itu benar-benar bermasalah,” katanya Rabu, (16/2/2022).

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Adapun inisiatif penangguhan layanan utang guna membantu negara-negara dalam menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi saat pandemi akan berakhir pada Desember nanti.

Sejauh ini baru tiga negara Chad, Ethiopia, dan Zambia yang meminta negosiasi untuk restrukturisasi beban utang.

“Negara-negara kecil ini tidak sistemis. Mereka tidak akan membuat atau menghancurkan pandangan global. Jadi sayangnya, itu berarti mereka dapat dengan mudah menyelinap ke wilayah penundaan dan tetap berada di situ,” terangnya.

Meski negara ekonomi negara maju menawarkan toleransi utang untuk membantu negara-negara yang memiliki kemiskinan tinggi dan pendapatan per kapita rendah, hal tersebut diyakini tidak akan berlangsung lama.

“Saya harap mereka melakukannya. Tapi saya tidak optimistis,” imbuhnya.

Dalam Laporan Pembangunan Dunia, pemberi pinjaman global kembali menandai masalah kerentanan utang. Hal ini karena meningkatnya utang sektor swasta selama pandemi serta kurangnya transparansi seputar pinjaman, terutama oleh China.

“Bukan hal-hal yang Anda lihat yang membuat Anda, tetapi itu yang tidak Anda lihat,” tandas Reinhart. (ATN)

Tags: G20KTT G20UtangWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.