• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rusia Dukung Indonesia Larang Ekspor Nikel

by Redaksi Asiatoday
December 20, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rusia Dukung Indonesia Larang Ekspor Nikel

Aktivitas Tambang Nikel. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Rusia dan Uni Eropa (UE) berbeda pandangan dan sikap terkait sikap pemerintah Indonesia melarang ekspor bijih nikel. Jika UE menetang kebijakan itu dan melancarkan gugatan ke WTO, Rusia justru sebaliknya.

Federasi Rusia menyampaikan dukungan bahwa Republik Indonesia memiliki hak untuk melarang ekspor bijih ore nikel.

Pihak Rusia mengaku sulit berkomentar karena ini merupakan masalah bilateral, namun Rusia siap mendukung kedaulatan Indonesia untuk melarang ekspor tersebut karena bisa menguntungkan ekonomi domestik.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Sebagaimana yang kami pahami, pemerintah Indonesia memiliki hak penuh untuk menegakan kebijakan ekspor bijih nikel guna menunjang investasi dan menciptakan industri smelter bijih nikel, dan ini tentunya akan menguntungkan Indonesia,” terang Oleg Kopylov, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Rusia dalam keterangannya, Kamis (19/12/2019).

Oleg meyakini kedua belah pihak pasti ingin menyelesaikan keadaan ini demi menjaga relasi dagang. Tahun lalu, volume dagang Indonesia dan Uni Eropa tercatat sebesar 26,3 miliar euro.

Rusia bukanlah bagian dari Uni Eropa, namun kedua pihak pernah berhadapan di WTO. Rusia protes karena kebijakan Uni Eropa dianggap diskriminatif pada monopoli perusahaan gas Gazprom.

Selain masalah bijih nikel, Indonesia juga akan berhadapan dengan WTO terkait minyak sawit. Indonesia mempersoalkan kebijakan ramah lingkungan Uni Eropa yang tidak menguntungkan industri sawit Indonesia.

Menurut Oleg, Rusia sudah berjanji tidak akan melakukan kebijakan yang ditetapkan Uni Eropa itu. Volume dagang antara Rusia dan Indonesia tahun ini tercatat sekitar USD 3 miliar.

“Minyak sawit Indonesia memiliki beberapa masalah di Uni Eropa, dan Uni Eropa berencana mengurangi impor dari minyak sawit Indonesia, tetapi kami tidak memiliki rencana demikian,” tandas Oleg. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Indonesia vs Uni EropaKerjasama Indonesia-RusiaKerjasama Indonesia-Uni EropaLarangan Ekspor NikelNikelSawitWTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.