• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Konservasi Laut Lebih Krusial Dibanding Mengekspor Benih Lobster

by Redaksi Asiatoday
December 20, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Konservasi Laut Lebih Krusial Dibanding Mengekspor Benih Lobster

Terumbu Karang. Dok

ASIATODAY.ID, BANDA ACEH – Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebaiknya membatalkan rencana untuk mengekspor benih lobster.

Pasalnya, mengekspor benih lobster justru mematikan ekonomi nelayan. Hal yang lebih krusial, pemerintah sebaiknya fokus dengan program konservasi laut.

“Saya menolak ekspor benih lobster ini. Bagi saya konservasi laut itu justru lebih krusial karena sesungguhnya menjaga kesejahteraan nelayan secara jangka panjang” terang Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dedi Mulyadi saat berada di Aceh, Kamis (19/19/2019).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Dedi mengungkapkan hal itu dalam kunjungan kerja masa reses pertama sejumlah anggota DPR RI Komisi IV ke Provinsi Aceh. Dia menegaskan menolak rencana pemerintah mengekspor benih lobster. KKP diminta untuk lebih memikirkan jangka panjang terkait benih lobster tersebut.

Menurut dia, banyak hal yang bisa dikerjakan oleh KKP dibanding memikirkan ekspor benih lobster seperti mempersiapkan teknologi dalam pengelolaan benih lobster menjadi lobster dewasa. Karena lobster dewasa itu nilai jualnya tinggi.

“Sekali lagi saya tegaskan, aat ini saya menolak ekspor benih lobster,” tegasnya.

Dedi menyarankan agar KKP fokus memikirkan konservasi laut, seperti salah satunya melestarikan terumbu karang yang menjadi habitat lobster.

“Kita menjaga habitatnya, karangnya, pasir lautnya, karena itu adalah rumahnya lobster, itu yang harus kita lakukan,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kejaksaan Agung, serta kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan dana masuk yang terdeteksi PPATK dari dugaan kejahatan penyeludupan benih lobster.

“Kalau PPATK menemukan Rp1 triliun lebih ada dana masuk, yang diindikasikan bahwa itu hasil kejahatan penyeludupan baby lobster maka penyidik Kejaksaan Agung dan kepolisian harus segera bertindak,” tandasnya. (Ant / ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Dedi MulyadiKonservasi LautLestarikan LautLobsterTerumbu Karang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.